Mengamati Keberagaman manusia di Bandara

Kalau mau lihat beragam bentuk orang, cara termudah adalah datang saja ke bandara. Berbagai bentuk orang akan dijumpai. Semakin besar bandaranya semakin beragam pula bentuk manusia yang ada di sana. Mulai dari para bule yang pakai baju lusuh dan sandal jepit, orang desa yang mencoba berpakaian kota, sampai ke orang rapi berdasi dan jas yang necis. Dari wanita yang pakai baju serta rok mini dan ketat, sampai ke wanita yang tak tak terlihat satu centi pun dari tubuhnya. Orang yang tampang seperti artis berbaju mewah, sampai ke orang yang bertampang seperti gembel yang tak pernah mandi. Semuanya bisa ditemukan di bandara. Bentuk mata, warna kulit, tinggi badan, tipe rambut pun bermacam-macam. Makhluk ini pun bersuara dengan bunyi bahasa yang berbeda-beda pula.

Tingkah polah orang pun berbeda-beda. Yang muda-mudi rata-rata mereka tersenyum-senyum sendiri, tersenyum degan teman jauh yang juga sedang tersenyum sendiri di belahan bumi yang lain, sibuk bersosial media. Ada orang yang sedang mengobrol, ada yang sendirian, ada yang sedang sama istri dan keluarga, ada yang sama anaknya. Ada orang tua yang santai mendorong anak pakai kereta dorong, dan ada juga yang menggendong anaknya kerepotan sambil bawa barang bawaan yang banyak dan berat.

Ekspresi orang di terminal keberangkatan akan berbeda dengan terminal kedatangan. Di terminal keberangkatan, wajah orang pada umumnya merasa haru dan sedih, saling salaman dan pelukan melepas saudara dan keluarganya untuk terpisah jauh nun di sana. Di terminal kedatangan, pada umumnya orang berwajah harap, menunggu sosok yang dicintainya muncul dari balik pintu. Tak sabar dengan waktu dan pengumuman telah tibanya penerbangan yang dinanti. Sambil mengingat-ingat, apakah wajahnya masih seperti yang dulu, akhirnya muncul juga. Senyum bahagia pun merekah, memanggil yang ditunggu-tunggu.

drafted @KLIA2

Postingan ke 100

Alhamdulillah, dengan terbitnya postingan ini maka blog ini mencapai juga 100 postingan. Blog ini saya jadikan tempat mengumpulkan segala tulisan-tulisan saya, serta membaginya kepada khalayak ramai. Blog ini berisi segala macam bentuk catatan saya pribadi. Mulai dari yang serius sampai yang tidak serius. Tema pun bermacam-macam, dari tentang akademik, opini, motivasi, lelucon, sampai catatan cinta pun masuk. he he…. Tema yang paling banyak mungkin tentang berang-berang, hewan yang sedang saya teliti. Mudah-mudahan bermanfaat untuk kebaikan.

Postingan pertama dari blog ini diterbitkan pada tanggal 9 Desember 2009, dengan postingan pertama berjudul Berang-berang bukan lah pembuat bendungan. Tak terasa ternyata sudah 5 tahun lebih. Kalau dihitung nilai produktifitasnya, ini bisa dikatakan minim produktifitas tulisan. Mudah-mudahan ke depannya lebih rajin menulis. Ada salah satu target menulis saya, yaitu menerbitkan buku tentang berang-berang di Indonesia. Karena belum ada buku tentang berang-berang yang berbahasa Indonesia. Mudah-mudahan bisa disegerakan dan dimudahkan jalannya. Saya pasang target TAHUN INI!!! Amin ya rabbal ‘alamin…

Telemetri pada penelitian berang-berang

Telemetri adalah sebuah teknologi yang mampu melakukan pengukuran jarak jauh dan pelaporan informasi kepada perancang atau operator sistemnya. Dalam penelitian ekologi hewan, teknologi ini digunakan untuk mengetahui keberadaan dan kondisi hewan tersebut dari jarak jauh. Biasanya telemetri digunakan untuk mengetahui posisi hewan, dan bisa juga dilengkapi dengan alat pendeteksi lainnya seperti data kondisi lingkungan, suhu tubuh dll. Kalau yang canggihnya bisa ditambahkan dengan kamera, semua itu tergantung dengan kemajuan teknologi yang ada.
Dalam penelitian berang-berang teknologi ini digunakan untuk mengetahui posisi berang-berang berada sehingga kita bisa mengetahui daerah jelajah home range dan penggunaan lahan. Serta dari dari data ini kita bisa mengolahnya lebih lanjut untuk analisa ekologi lainnya.
Dalam penelitian berang-berang, ada dua sistem telemetri yang pernah digunakan, yaitu sistem gelombang VHF dan sistem GPS-GSM.
Prinsip kerja telemetri sistem VHF ini adalah sebagai berikut: Ada alat transmiter yang dipasang pada tubuh hewan. Alat ini memancarkan denyut-denyut sinyal terus menerus. Sinyal ini dilacak dengan alat receiver yang memiliki antena. Jika antena ini diputar, pada arah yang sesuai dengan arah datangnya sinyal, receiver akan berbunyi denyutan sinyalnya itu. Dimana arah yang bunyinya paling kuat, maka dari arah itulah datangnya sinyal, dengan artian bahwa hewan tersebut berada pada arah datangnya sinyal. Dengan menentukan arah datangnya sinyal dari 2 lokasi atau lebih, kita bisa mendapatkan posisi si hewan tersebut.
Kemudian, prinsip kerja alat sistem GPS-GSM ini menggunakan gabungan antara alat GPS dan sistem komunikasi seluler GSM. Alat GPS-GSM ini dipasang pada tubuh hewan. Pada setiap rentang waktu tertentu, GPS akan mencatat titik koordinat hewan ini berada. Kemudian data koordinat ini dikirimkan lewat pesan singkat atau SMS ke server. Server menerima dan mencatat data koordinatnya. Sistem ini akan bekerja dengan baik hanya pada daerah yang masuk dalam coverage area dari sinyal seluler.
Alat transmitter yang dipasang pada hewan ini terbagi juga menjadi 2 tipe. Yaitu tipe yang dipasang di tubuh bagian luar, dan tipe yang dipasang di bagian dalam atau disebut dengan istilah implant. Untuk tipe luar biasanya digunakan dalam bentuk colar atau kalung. Tapi karena berang-berang kepalanya sama atau lebih kecil dari leher, maka tipe kalung ini tidak bisa dipasang ke berang-berang, dan berisiko tersangkut diranting-ranting ketika berenang dan masuk lubang. Maka tipe yang cocok untuk berang-berang adalah tipe implant. Transmitter dimasukkan ke dalam rongga intraperitoneal perut.

___________________________________________________________

Tulisan ini merupakan bagian dari draft buku berang-berang yang sedang saya susun. Mohon doanya agar keinginan ini bisa terwujud. Terima kasih banyak.

Aishiteru

Sebelum saya belajar bahasa Jepang, ada 3 kata yang saya ketahui yaitu Hai (pengucapannya lebih mirip Haik), Sayonara dan Aishiteru. Kata Hai ini lah kata pertama yang saya ketahui. Tak tahu pasti kapan tahunya. Kata ini sangat melekat dengan image orang jepang yang mengucapkannya sambil membungkuk. Mungkin saya mengenalnya sejak masih kanak-kanak. Kata kedua yang saya ketahui adalah Sayonara. Kata ini saya ketahui ketika Pramuka dulu. Ada lagu “Sayonara-sayonara…”. Kata ketiga yaitu Aishiteru. Kata ini saya ketahui dari lagu. Lagu Indonesia yang sempat top dulunya.

Ketika saya belajar bahasa Jepang pertama kalinya, yaitu melalui situs NHK, kata Hai dan Sayonara langsung terpelajari pada kesempatan pertama. Sehingga saya paham arti, ucapan, kondisi, tulisan dll. Namun kata Aishiteru ini butuh lebih dari setengah semester untuk memahaminya.

Sekarang, akhirnya saya paham apa itu Aishiteru.

Aishiteru yang kita ketahui bersama adalah bahasa Jepangnya dari kata “Saya suka kamu”, “I love you”. Tapi ternyata orang Jepang sendiri jarang menggunakannya. Orang jepang dalam menyatakan cinta menggunakan kata Daisuki. Kalau dilihat dari tulisan kanjinya, dai artinya besar, suki artinya suka. Jadi kira-kira bisa diterjemahkan sebagai rasa sukanya sangat besar. Lalu dari mana Aishiteru ini?

Aishiteru ini ternyata berasal dari bahasa Cina. Asal katanya adalah kata Ai, sebagaimana yang kita ketahui Wo Ai Ni. Kemudian diserap oleh bahasa Jepang menjadi Ai shimasu, sebagaimana juga kata arbeit, diserapnya menjadi arubaito shimasu. Shimasu artinya melakukan. Jadi Ai shimasu bisa kita terjemahkan menjadi: melakukan sayang/cinta. Kemudian kata aishimasu ini dirubah menjadi bentuk Te menjadi Ai shite. Bentuk Te ini digunakan untuk merubah kata kerja menjadi kata perintah dan biasanya disambung dengan kudasai. Bisa juga menjadi kata sedang melakukan jika disambung dengan kata imasu. Maka jadi lah, Ai shite imasu, sedang mencintai. Pola kata kerja yang pakai “Masu” merupakan kata dalam bentuk sopan yang digunakan kepada atasan, dalam bahasa dan tulisan formal resmi. Kalau dalam percakapan sehari hari di dalam keluarga dan pertemanan, bahasa yang digunakan berbeda formatnya. Kata kerja berubah menjadi bentuk dasar. Sebagai contoh Imasu berubah menjadi Iru. Untuk mengungkapkan sayang tentunya tak perlu dengan cara formal Ai shite imasu. Maka berubahlah menjadi Ai shite iru, dalam pengucapannya biasanya dilebur menjadi Aishiteru.

Aishiteru itu artinya sedang mencintai. Timbul lagi pertanyaan siapa yang sedang mencintai? Dan siapa yang dicintai? Dalam bahasa Jepang, subjek tak perlu disebutkan kalau yang melakukan itu adalah Watashi (saya/orang pertama tunggal). Kemudian tak perlu juga diucapkan kepada siapanya kalau hal itu kepada orang yang sedang jadi lawan bicara kita (kamu/orang kedua tunggal). Hal ini berlaku umum untuk kata-kata yang lainnya. Dalam paragraf tulisan bahasa jepang kita mungkin akan menjumpai subjek hanya di kalimat pertama saja. Kalimat-kalimat berikutnya tanpa subjek, karena konteks pembicaraan telah disebutkan pada kalimat pertama.

Makin banyak orang yang beramal lebih banyak

Bantuan untuk Syria telah terkumpul. Lebih dari 120ribu Yen hanya dalam 3 hari, Jum’at sampai Minggu. Uang itu digunakan untuk beli pakaian lalu dikirimkan ke warga Syria yang kedinginan yang tak punya baju musim dingin. Brother dari Malaysia menyediakan diri, waktu, mobil beserta minyaknya untuk belanja pakaian musim dingin. Tak mau kalah, brother dari Mesir juga menawarkan bantuan yang sama. Jadi ada 2 mobil. Brother dari Indonesia pun tak mau kalah. “Nanti ongkos kirim ke Hiroshima (lokasi Japan-Syiria Association) saya yang tanggung ya” katanya. Saya langsung terkesima. Memang mantap benar orang ini, beliau cepat sekali menangkap peluang amal.
Dan, ternyata jumlah pakaian yang bisa terbeli itu cukup banyak. Pasti biaya kirimnya cukup besar juga. Dari taksiran mungkin bisa 20ribu sampai 30ribu Yen. Jumlah yang sangat banyak, apalagi bagi orang Indonesia. Tak yakin dan takut memberatkan, saya konfirmasi dulu ke penyumbang anonim ini. Yakin pak? biaya kirimnya besar. Tanpa ragu dengan mantap beliau langsung mengiyakan. Subhanallah…

Motivasi itu bisa dapat dari mana saja

Pagi ini saya kena “pukulan telak” dapat motivasi dari mengamati aktifitas seseorang.

Dari balik selimut saya amati dia sedang shalat. Setelah selesai shalat, saya tanya “Jam berapa sekarang pak?”. “Jam 4 lewat sedikit” katanya. Saya tarik lagi selimut merasa masih panjang waktunya, karena di sini subuh jam 5:33. Jam 5 kurang saya terbangun lagi, sekarang beliau sedang berada di depan laptop melanjutkan progress penelitiannya. Kali ini saya tak mau kalah, dengan mata yang berat saya bangun lalu saya ambil wudhu dan shalat sunat juga. Setelah selesai tak mau kalah saya buka juga laptop. Tiba-tiba, “Saya berangkat arubaito dulu ya” katanya yang sekarang sudah berpakaian jaket tebal, bersarung tangan dan berkupluk. Beliau pakai sepeda menembus dinginnya salju menuju tempat kerjanya.

Hari ini saya kalah telak! Beliau saja tadi malam pulang dari kampus sudah hampir jam 10 malam, yang ketika itu saya sudah santai dengan kehangatan kamar berpemanas. Pulang telat, ternyata keluarnya juga paling cepat.

Wahai Aadrean, dengan beasiswa yang tak perlu lagi kamu memikirkan biaya hidup, bisakah kamu mensyukuri nikmat waktumu?!

—-

arubaito=berasal dari kata arbeit artinya kerja part time

Ekologi Lansekap

Bayangkan ketika kita sedang berada di sebuah villa indah di pinggir danau. Danau yang terbentuk karena cekungan besar yang mengumpulkan air resapan tanah yang alirannya bermula dari sebuah gunung yang menjulang dengan kokohnya. Di sekeliling bisa kita lihat pemandangan-pemandangan yang indah. Ada air yang beriak dihembus oleh angin yang sejuk, ada alga di dalamnya melayang-layang. Ikan-ikan berenang, burung berterbangan. Ada pepohonan dan tumpukan serasah dedaunan yang mulai membusuk di sekeliling danau tersebut. Beberapa bulan dan tahun kemudian kita melihat danau yang semakin hijau karena alga semakin banyak. Kita melihat danau lama kelamaan semakin tertutup oleh teratai atau enceng gondok yang tumbuh meluas. Burung air yang semakin tampak sering bermain diantara tumbuhan rawa yang menyediakan berbagai sumber makanan untuk burung air.

Itu lah sebuah contoh bentang alam atau lansekap (landscape).

Dari ilustrasi di atas bisa kita lihat apa yang ada pada lansekap. Pada lansekap itu ada struktur yang menyusun, fungsi masing-masing struktur itu, dan adanya perubahan yang terjadi selama kurun waktu. Jadi kalau kita mengkaji tentang ekologi lansekap, tak cukup dengan membahas apa saja yang ada dalam satu bentangan alam itu. Kita harus juga membahas apa fungsi masing-masing di sana. Dan juga kita harus mengkaji, apa yang terjadi, bagaimana bisa terjadi, apa yang berubah dan bagaimana terjadinya perubahan itu. Semuanya dibahas dalam satu kesatuan yaitu bentang alam.

Seberapa besarkah investasi yang telah saya tanam?

Yang kita bahas adalah bukan investasi untuk dunia ini tapi investasi untuk akhirat. Mari kita coba hitung.

Jika kita ingin membuat sebuah usaha atau produk, tentulah kita ingin membuat usaha atau produk yang akan terus digunakan oleh orang sehingga kita terus mendapatkan keuntungan. Apalagi kalau kita punya produk yang sudah dipatenkan sehingga apapun hasil turunannya, royalti akan tetap mengalir kepada kita. Nah, bagaimana kalau kita membuat sebuah Masjid dari sebelumnya tidak ada satu pun Masjid di kota itu sehingga menjadi sebuah masjid pertama yang dibangun. Seberapa besarkah keuntungan yang akan terus mengalir kepada kita?

Saya bertemu seorang Jepang muslim yang menikah dengan orang Indonesia. Beliau menceritakan perjuangannya bersama rekan-rekan muslim lainnya ketika awal niat pendirian masjid. Butuh waktu 2 tahun sehingga berdiri lah sebuah masjid. Permasalahan terbesar bukanlah pada dana. Tapi masalah tanah. Butuh usaha yang tak sedikit untuk mencari tanah yang mau dibeli. Seringkali setelah tanah didapatkan, ketika sipemiliknya tahu bahwa akan didirikan masjid, mereka menolak dengan segala kekhawatiran dengan perbedaan agama dan budaya dari masyakarat sekitar. Akhirnya ditemukan sebuah tanah yang lumayan dekat dengan kampus yang bersedia dibeli setelah penjelasan dan komitmen-komitmen: komitmen akan menjaga dari segala kebisingan, komitmen menjaga parkir yang tak boleh di jalan raya, komitmen untuk ikut aktif kegiatan hubungan bermasyarakat seperti bersih-bersih dan lain-lain. Dengan perbedaan bahasa dan budaya yang besar ini, tentulah peran muslim Jepang ini sangatlah besar dalam menjelaskan, lobi dan negoisasi kepada masyarakat sekitar. Dan saya yakin, beliau telah dicatat sebagai pemegang saham yang besar dalam pembangunan masjid ini. Dan sekarang mesjid ini aktif digunakan oleh muslim yang tak hanya dari kota ini juga dari kota-kota sebelah.

Kalau seorang muslim jepang punya investasi yang besar seperti ini, seberapa besarkah investasi yang telah saya tanam?

Jilb**b

Manusia diciptakan dalam 2 jenis kelamin. Yaitu laki-laki dan wanita. Masing-masing memiliki ciri-ciri pembeda. Ciri utama adalah organ kelamin itu sendiri. Ciri berikutnya adalah ciri sekunder. Pada wanita dicirikan tumbuhnya organ penghasil asi, semakin tebalnya jaringan pelindung pada bagian panggul dan semakin banyak produksi kolagen pada kulit. Kalau laki-laki dicirikan dengan tumbuhnya kumis, janggut dan membesarnya jakun-jakun (bahasa Indonesianya apa ya?) sehingga suara makin serak dan ngebass berwibawa. Kedua jenis manusia ini dirancang untuk saling mendambakan dan menyukai ciri-ciri yang dimiliki oleh lawannya. Kecenderungan tertarik terhadap penciri lawan itu tak terkecuali untuk yang dijuluki orang alim sekalipun. Itulah makanya agama kita memberikan panduan agar kita menikah dan menundukkan pandangan.
Ada yang aneh, wanita pasti akan marah jika penciri sekundernya dipandangi oleh laki-laki. Tapi kenapa wanita masih mau memakai pakaian yang dirancang untuk menjadikan pencirinya itu tampil ke publik. Ironisnya, ada yang katanya pakai jilbab yang menutupi rambutnya, namun kedua penciri lainnya mereka share secara public. Untunglah sekarang wanita tersebut sudah dapat gelar pembeda dari wanita baik-baik, yaitu jilb**b. Sekarang saya dapat menjawab dengan enteng kalau ada yang mengatakan “buat apa jilbab kalau perangai masih jelek” Maka saya akan jawab “itu bukan jilbab, tapi jilb**b”. Ada juga efek positif dengan munculnya istilah ini. Wanita baik-baik sekarang ini terlihat sudah mulai memikirkan pakaian yang sebelum ini mereka pakai. Hal ini terpantau dari status-status di Facebook. Namun saya belum puas, masih ada satu organ penciri sekunder yang masih belum disembunyikan kebanyakan wanita. Apakah harus menunggu munculnya istilah baru lagi?

Demam itu berkah

image

Demam itu berkah

Berkah karena bisa istirahat. Kalau tak demam tak punya alasan untuk istirahat dari sibuknya dunia. Demam juga bisa membuat kita dapat servis dari orang-orang yang menyayangi kita.
Demam juga bisa menghapus dosa kita, sebagaimana hadits dalam kitab Riyadhus Shalihin pada bab tentang Sabar:
“Seorang muslim yang tertimpa suatu kesakitan, baik berupa duri ataupun lebih dari itu niscaya Allah menutupi kesalahan-kesalahannya dan menghapus dosa-dosanya sebagaimana daun berguguran dari pohonnya” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Ya Allah, jadikanlah kami sebagai orang yang sabar dan bersyukur.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.479 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: