Salah fokus dalam kisah Ya’juj dan Ma’juj

Kisah Ya’juj dan Ma’juj adalah kisah yang sangat masyhur. Saya sudah mengenalnya sejak masih bocah. Saya rasa semua orang juga pernah mendengar kisah ini. Namun ternyata saya selama ini telah salah fokus dalam memahami kisah tersebut.
Jika ada yang fokus pada tembok yang tidak bisa diruntuhkan, tidak bisa dilobangi maupun dipanjat oleh Ya’juj dan Ma’juj, berarti itu telah benar-benar salah fokus. Jika ada yang fokus ke masalah fisik dan postur kaum Ya’juj dan Ma’juj, ini juga termasuk telah salah fokus.
Kisah Ya’juj dan Ma’juj ini fokus sebenarnya adalah ke seorang sosok bernama Dzul Qarnain. Sosok ini adalah seorang yang hebat, sehingga perlu dikisahkan Allah kepada kita untuk diambil hikmahnya.
Apa hebatnya? Dzul Qarnain adalah seorang cerdas, memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi. Seperti apa ilmunya?
1. Beliau bisa menjelajah pelosok dunia sampai ke Timur hingga Barat. Pastilah beliau ahli dengan ilmu Geografi, navigasi dan pemetaan.
2. Jauh berjalan, banyak dijumpai. Tentunya beliau bertemu berbagai kaum dengan bahasa berbeda. Beliau bisa berkomunikasi dengan semua kaum yang dilaluinya. Jangan tanya berapa jumlah bahasa yang beliau bisa. Sampai-sampai Allah menggambarkan bahwa beliau bertemu satu kaum yang hampir saja tidak bisa dimengerti. Tapi beliau akhirnya mengerti juga, bahkan malah menolongnya.
3. Beliau bisa merancang dan membangun sebuah tembok yang perkasa, tak bisa dipanjat dan tak bisa ditembus. Beliau ini adalah seorang ilmuwan Teknik, termasuk di dalamnya teknik sipil dan metalurgi.

Namun bagi Allah semua ilmu di atas itu tidaklah menjadi hebat kalau seandainya beliau tidak melakukan hal berikut:
1. Beliau itu orang yang beriman
2. Tidak cukup dengan keimanan yang dimilikinya sendiri (shalih pribadi) beliau juga mendakwahi kaum yang bertemu dengannya, mengajarkan dan menyebarkan keimanan.
3. Dengan ilmunya beliau membantu kaum lain. Beliau membantu mengajarkan membuat tempat tinggal kepada suatu kaum yang tidak punya tempat berlindung (sumber: buku #2)
4. Tak cukup dengan hanya sekedar bermanfaat saja, dengan ilmunya beliau juga bisa menghambat kaum lain berbuat kezhaliman. Nah, kaum yang berbuat zhalim inilah yang bernama kaum Ya’juj dan kaum Ma’juj yang suka merampok dan menghancurkan. Pada point ini ada kisah yang luar biasa: Sebuah kaum yang sangat menderita oleh Ya’juj dan Ma’juj, minta tolong kepada Dzul Qarnain. Mereka punya bahasa yang hampir saja tidak bisa dimengerti, namun Dzul Qarnain bisa juga mengerti kondisi dan permohonan mereka. Mereka minta tolong buatkan tembok pembatas antara mereka dengan kaum Ya’juj dan Ma’juj, agar kampung mereka aman. Mereka bersedia membayar atas pertolongan itu. Namun Dzul Qarnain tidak mau dibayar, beliau hanya minta disediakan bahan bakunya dan tenaga kerja. Beliau desain dan bangunlah tembok yang kokoh tersebut. Sehingga kampung itu menjadi aman dari kezhaliman Ya’juj dan Ma’juj.
5. Dengan semua ilmu dan kehebatan itu, Dzul Qarnain tetap rendah hati dan tidak sombong. Beliau berkata “Ini adalah rahmat dari tuhanku”.

Sumber inspirasi:
1. Al Qur’an, Al Kahfi 83-98. Sunnah di hari Jum’at adalah baca surat Al Kahfi
2. Kisah istimewa Al quran untuk Anak, penerbit Al-Kautsar. Buku ini terjemahan dari buku Qashash al Quran Lil Athfal. Penulis syaikh Mahmud al Mishri
3. Ceramah ustadz Nouman Ali Khan tentang tafsir surat Al Kahfi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: