Karakteristik jejak berang-berang

Bentuk jejak

Jejak berang-berang secara umum memiliki lima jari yang memanjang, ujung jari membesar dan berselaput renang. Perbedaan antar jenis berdasarkan ukuran bentuk jejak, tutupan selaput renang, dan ada atau tidaknya bekas cakar.

Jejak berang-berang biasanya ditemukan dalam jumlah banyak, dan pola yang tidak beraturan karena berang-berang sering mengunjungi daerah itu berulang-ulang. Apalagi jejak jenis berang-berang yang hidup berkelompok, maka akan ditemukan banyak jejak dengan berbagai ukuran. Kadang-kadang juga bisa ditemukan jejak berang-berang yang berbeda jenis pada satu lokasi tersebut, karena berang-berang berbeda jenis juga memiliki relung habitat yang berhimpit. Jika ditemukan rangkaian jejak yang panjang, pola jejaknya akan tampak dengan gaya jalan yang melompat-lompat kecil, terlihat dari jejaknya yang agak mengumpul empat-empat buah.

Karakter dari jejak masing-masing jenis adalah sebagai berikut:

Aonyx cinereus

Jejak berang-berang memiliki jari lima buah dengan jari yang memanjang. Diantara jari memiliki selaput renang namun tidak tertutupi sepenuhnya. Tidak seperti jenis berang-berang lainnya, jejak jenis ini biasanya tidak memperlihatkan cakar. Karena hewan ini memiliki kuku yang pendek dan tidak memanjang keluar dari ujung jari, karena itulah diberi nama berang-berang cakar kecil atau short-clawed otter. Ukuran lebar jejak kaki depan adalah ±4cm dan kaki belakang ±5cm.

Lutrogale perspicillata

Jenis ini memiliki jejak yang paling besar, memiliki lebar jejak lebih dari 8cm. Cakar akan terlihat jelas dan panjang. Selaput renang akan terlihat penuh.

Lutra sumatrana

Memiliki lebar ±5,8 cm untuk jejak kaki depan dan ±6,6 cm untuk jejak kaki belakang. Diantara jari tertupi dengan selaput renang, akan terlihat jelas pada sustrat yang lunak. Cakar juga terlihat jelas

Lutra lutra

Jejak Lutra lutra mirip dengan Lutra sumatrana. Walaupun jejak Lutra sumatrana terlihat sedikit lebih besar, namun bentuknya sangat mirip.

Lokasi ditemukan

Jejak bisa ditemukan di pinggir badan perairan yang memiliki substrat pasir atau lumpur. Pada area persawahan jejak yang jelas biasanya ditemukan di daerah yang berlumpur, dan tidak tergenang air. Lokasi jejak biasanya juga berada pada daerah dekat dengan lokasi feses. Jejak biasanya ditemukan pada daerah pinggir yang terbuka dan landai sehingga mudah dikunjungi dan dinaiki dari badan perairan. Pinggiran tempat berkumpulnya pasir di sungai juga bisa jejak berang-berang ini ditemukan.

_____________________________________________________________

Tulisan ini merupakan bagian dari buku berang-berang yang sedang saya susun. Mohon doanya agar keinginan ini bisa terwujud. Terima kasih banyak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: