Tujuan hidup makhluk hidup, part 1

Tujuan hidup…, apa tujuan hidup kita? Ya, tujuan hidup kita hanyalah untuk mengabdi kepada Allah dan mendapatkan ridha dariNya.

Apa tujuan hidup hewan, tumbuhan, jamur, bakteri dan organisme lainnya? Ya, juga untuk mengabdi kepada Allah. Lalu, seperti apa bentuk pengabdian kita dan mereka itu?

Saya akan coba menuangkan fikiran saya tentang tujuan hidup seluruh makhluk hidup yang diciptakan dimuka bumi ini. Pembahasannya akan saya gunakan ilmu Biologi yang alhamdulillah saya dapatkan walaupun masih sangat sedikit. Ini hanyalah sekedar opini saya pribadi, jangan jadikan ini rujukan utama dan jangan cerna bulat-bulat. Kritisi terlebih dahulu!.

 

Bismillahirrahmanirrahim…

Dalam kajian ekologi dan biokonservasi, seluruh makhluk hidup itu memiliki tujuan yang sama. Yaitu: organisme akan hidup, beraktifitas, berperilaku, dan berjuang hanyalah untuk memastikan generasi spesies masing-masing akan tetap ada dikemudian hari dan tetap bisa survive dalam menjalani kehidupan mereka sesuai dengan kondisi masa depan. Setiap makhluk hidup akan mati. Lahir jadi anak-anak, kemudian dewasa dan akhirnya mati. Lalu untuk apa mereka hidup, kalau nantinya akan mati juga? Kembali kepada konsep di atas, yaitu agar terus melahirkan generasi spesies masing-masing. Apapun yang makhluk hidup lakukan hanyalah untuk survivenya keturunan mereka nanti. Dengan bahasa sederhananya hidup itu hanyalah untuk punya anak.

Tidak percaya kalau hidup itu hanya untuk punya anak? Mari kita lihat contohnya: Coba lihat jagung, padi dan tumbuhan annual lainnya, mereka itu mulai tumbuh dari biji, kemudian besar, berbunga, berbuah lalu mati. Nyamuk betina, setelah bertelur maka akan mati. Yang paling parah, laba-laba; Ada sejenis laba-laba yang induknya memberikan tubuhnya sebagai makanan bagi anaknya. Laba-laba jenis lain (black widow), si jantan akan mengawini si betina setelah itu si jantan akan mati dimakan oleh si betina karena butuh energi untuk bertelur. Pada bakteri, hidup dan makan hanyalah untuk membelah diri, dan pada saat materi genetiknya tidak bagus, maka mereka akan melakukan konjugasi agar mendapatkan keturunan yang bervariasi. Ikan salmon, rela mati-matian berjuang ke hulu sungai hanyalah untuk bertelur dan akhirnya mati karena kelelahan atau dimangsa oleh beruang dan karnivora lainnya. Jamur, terus menumbuhkan hifa-hifa mereka sampai pada suatu saat yang tepat mereka akan menghasilkan tubuh buah, berspora sehingga punya anak. Tumbuhan memberikan bunga yang harum berwarna indah dan memiliki nektar, itulah usaha mereka agar ada hewan yang mengunjungi dan serbuk sari bisa bertemu kepala putik sehingga mereka punya anak. Buah-buahan mereka berikan daging buah yang bisa dimakan oleh hewan, agar bijinya itu bisa dipencarkan oleh hewan sehingga mereka punya anak.

Namun, tujuan punya anak itu bukanlah anak sembarang anak. Setiap makhluk hidup akan selalu ingin memastikan anak yang mereka hasilkan itu adalah anak yang unggul. O ya, jangan pikirkan unggul versi manusia ya! Cabe unggul berbuah besar dan banyak itu merupakan produk lemah, bukanlah unggul versi cabe sendiri. Cabe ini manja selalu butuh pupuk dan pestisida. Kembali ke unggul, siapa yang unggul itu dan seperti apa mekanisme menghasilkan generasi yang unggul itu?

Kita ambil beberapa contoh: Dalam hukum rimba, pertama: siapa yang kuat dia akan menang. Kita akan bisa melihat perebutan kekuasaan antara para pejantan. Siapa yang paling kuat maka dialah yang bisa menguasai wilayah dan mendapatkan betina. Kedua: Siapa yang paling terampil maka dialah yang menguasai. Contohnya, para pejantan burung manyar atau tampuo akan membuat sarang terlebih dahulu, siapa yang sarangnya yang terbaik maka itulah yang akan dipilih oleh si betina. Ketiga: Siapa yang paling gagah/indah dia lah yang akan menguasai, burung yang berbulu gagah dan bersuara indah akan menguasai.

Contoh berikutnya, rumput-rumputan tahu bahwa perjuangan mereka sangat berat nantinya, mereka akan banyak mati dimakan oleh hewan lain. Maka mereka menciptakan (atas izin Allah) biji yang sangat banyak mudah tersebar dan mudah tumbuh. Ikan juga tahu bahwa perjuangan mereka akan berat, maka mereka juga menghasilkan telur yang banyak.

Berikutnya. Berang-berang memakan ikan. Berang-berang hanya akan bisa menangkap ikan yang lemah, larinya lambat dan penyakitan. Ikan yang seperti ini tidaklah bagus. Ikan sakit jika dibiarkan hidup, maka bisa berbahaya menularkan penyakit ke ikan yang lain. Ikan lemah akan berbahaya jika dibiarkan hidup karena ia akan bisa menyebabkan generasi berikutnya lemah semua (aliran genetiknya). Untung ada berang-berang, sehingga ikan yang berhasil melanjutkan keturunan hanyalah ikan yang hebat, lincah, tahan lingkungan dan sifat unggul lainnya. Si ikan tahu akan hal ini, maka dia lahirkan ribuan anak, agar bisa diseleksi dan terseleksi. Contoh ini bisa diteruskan pembahasannya tentang gen, aliran gen, adaptasi dan seleksi alam

Alah tu dulu… Panek

Berikutnya pembahasan tentang pembagian fungsi jantan dan betina. Mohon doanya agar diberikan kelapangan waktu, dan doakan juga agar saya selalu berada dalam koridor pikiran yang lurus dan benar.

Untuk spesies manusia (Homo sapiens) konsep ini menurut saya juga sama. InsyaAllah juga akan dibahas. TAPI Warning…! Setiap jenis makhluk hidup itu khas dan berbeda. Jangan tiru mekanisme spesies lain ya! (Beko dipakai e pulo hukum rimbo, hancue bumi ko dek e!)

2 Responses to Tujuan hidup makhluk hidup, part 1

  1. Gusti 'ajo' Ramli mengatakan:

    manusia pun masih sering menggunakan hukum rimba

    • Aadrean mengatakan:

      Hewan itu nafsunya lurus. Kalau manusia itu, akibat campuran akal dan nafsu yang tak punya kendali, seringkali menjadi lupa diri, lupa fitrah spesiesnya dan lupa tujuan asalnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: