Fungsi Ekologis Nematoda Tanah

I. Nematoda
Nematoda secara umum memiliki ciri-ciri bentuk seperti cacing (vermiform), tidak bersegmen, bilateral simetri, pseudocoelomata, sistem pencernaan lengkap, memiliki sistem respiratori dan sirkulasi yang belum terspesialisasi. Nematoda ini berukuran dari <100 µm (Greeffiella minutum – di laut) sampai berukuran >8 m (Placentonema gigatissima – parasit pada spermaceti paus).
Nematoda adalah hewan multiseluler yang paling banyak jumlahnya di bumi dan terdapat hampir di seluruh habitat dan beberapa juga terdapat di tempat yang tidak biasa seperti sumber mata air panas, es, laut dalam, dan lingkungan berasam dan dengan kadar oksigen rendah. Kelimpahannya mencapai jutaan individu per m2 tanah pada tanah dan sedimen dasar perairan.
Nematoda dari segi peranannya biasanya dikelompokkan menjadi:

a)parasit pada manusia – dengan jumlah yang sedikit (kira-kira 30 spp) menyebabkan masalah kesehatan yang serius dan juga menyebabkan kematian pada manusia misalnya Trichinella spiralis, penyebab trichinosis (parasit pada adenophoreanparasite).
b)parasit pada mammalia lain, burung dan ikan – kira-kira 8000 spp. Contohnya Syngamus trachea – gapeworm of galliform birds, trachea partially blocked by worms (a secernentean parasite).
c)parasit pada invertebrata (berhubungan dengan kontrol biologis, misalnya serangga) – kira-kira 3500 spesies – contoh Agamermis decaudata – parasit pada orhtoptera.
d)parasit pada tanaman – kira-kira 4000 spp dari endo dan ektoparasit – contohnya Nacobbus, Meloidogyne, Belonolaimus, Tylenchorhynchus and Scutellonema.
e)nematoda laut yang hidup bebas – kira-kira 4000 spp – metazoa yang paling melimpah di sedimen dasar laut – contohnya Draconema cephalatum.
f)nematoda tanah dan air tawar yang hidup bebas – kira-kira 6500 – memakan bakteri, fungi, alga, detritus, dan juga sebagai hewan mangsa – contohnya Cervidellus spitzbergensis nematoda pemakan bakteri.

II. Nematoda tanah
Fauna nematoda tanah berhubungan erat dengan nematoda air tawar tetapi berbeda dari nematoda lautan. Nematoda dapat ditemukan dengan mudah di setiap sampel tanah dengan jumlah individu yang banyak dan keanekaragaman jenis yang tinggi. Kelimpahan nematoda umumnya berkisar 1-10 juta /m2 dengan biomassa berkisar 0,3 sampai 10 g/m2.
Jumlah jenis yang terdapat di tanah bervariasi dari 23 jenis pada kutub, 62 jenis di hutan desidua, 6-228 jenis di padang rumput dan dihutan tropis Cameron dijumpai 432 jenis.
Nematoda tanah dapat dikelompokkan berdasarkan kebutuhan makanannya, pemakan akar, pemakan rambut akar, pemakan hifa fungi, pemakan bakteri, omnivor, dan predator. Pada ordo Tylenchida, ditemukan pemakan akar, pemakan rambut akar, dan pemakan fungi. Dorylaimida termasuk spesies yang pemakan akar, pemakan fungi, pemakan alga, omnivor dan predator. Pemakan bakteri ditemukan ordo Secernentia di Cephalobidae, Rhabditidae dan Diplogasteridae, dan ordo Adenophorea di Plectidae, Teratocephalidae, Alaimidae dan Monhysteridae. Predator terdapat di kelompok yang bervariasi Aphelenchida, Diplogasterida, Mononchida dan Dorylaimida.

III. Fungsi ekologis nematoda tanah
Mikrofauna termasuk nematoda di rhizosphere memainkan peranan yang penting dalam menghasilkan nutrien yang berharga bagi tanaman, mengakumulasi dan stabilisasi karbon organik tanah, efek hormon, keanekaragaman mikroba dan stabilitas fungsi interaksi multitrofik diatas tanah, dan bioremediasi dari tanah yang terkontaminan. Fungsi dari Nematoda pemakan bakteri dan fungi adalah melepaskan unsur N, P, S, dan mikronutrien yang akan berharga bagi tanaman. Nematoda ini juga akan menhambat kemampuan nematoda pemakan akar dalam menemukan akar. Jika jenis ini melimpah maka siklus nutrien akan lebih banyak.
Tanah yang baik mengandung 5 sampai 500 nematoda per sendok teh. Nematoda di tanah memiliki kisaran ukuran dari 0,25 sampai 5,5 mm. Seekor nematoda pemakan bakteri mengkonsumsi kira-kira 100 bakteri perhari, dan nematoda pemakan fungi akan memakan 80 kaki panjang hifa per hari. Nematoda membutuhkan nitrogen dan nutrien lainnya lebih sedikit daripada bakteri dan fungi, sehingga kelebihannya dikeluarkan dan menjadikan nutrien ini berguna bagi tumbuhan. Kompos yang diolah dengan baik akan mengandung nematoda yang menguntungkan
Nematoda bagi kalangan pertanian sangat dikenal sebagai pembawa dan penyebab penyakit. Namun tanah yang sehat memiliki nematoda predator dan mikroarthropoda yang akan memakan nematoda hama ini. Sebagai tambahan, fungi akan memperangkap nematoda dan melarutkannya untuk dikonsumsi. Serta dengan memiliki koloni bakteri yang sehat dan fungi disekitar sistem akar, akan membuat tambah sulit bagi nematoda pemakan akar dalam menemukan akar dan menyerangnya.
Fungsi nematoda tanah ini akan lebih terlihat jika dilihat peranannya di dalam jaring makanan. Pada tanah jaring makanan yang terjadi dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Jaring makanan di tanah

Gambar 1. Jaring makanan di tanah

Pada Gambar 1 terlihat bahwa nematoda sangatlah berperan, berperan dalam tiga tingkatan trofik; tingkatan trofik dua, tiga dan empat. Nematoda berperan sebagai dekomposer, grazer, dan predator. Dapat dibayangkan apa yang terjadi jika nematoda tidak ada, tiga tingkatan trofik yang tidak bisa tergantikan akan hilang. Fungsi dari jaring makanan yang sehat berikut ini akan terganggu:
1.menjaga nutrien sehingga tidak hanyut dan hilang dari tanah. Pengurangan dan penghentian penggunaan pupuk anorganik dimungkinkan.
2.Membuat siklus nutrien menjadi bentuk dan jumlah yang tepat sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman. Rasio yang tepat dari fungi dan bakteri dibutuhkan agar hal ini terjadi, dan juga jumlah dan aktifitas predator yang tepat.
3.Membangun struktur tanah, sehingga oksigen, air dan nutrien lainnua menjadi lebih mudah bergerak ke dalam tanah, dan lebih dalam sehingga mencapai sistem akar.
4.Mencegah organisme pembawa penyakit melalui kompetisi dengan jenis yang menguntungkan, dengan cara menjaga kondisi tanah yang mendukung perkembangan yang menguntungkan.
5.Perlindungan permukaan tanaman, baik di atas maupun di dalam tanah dengan makanan yang dikeluarkan oleh permukaan tanaman digunakan oleh organisme yang menguntungkan, sehingga menghambat organisme merugikan mencapai sisi infeksi.
6.Dekomposisi material racun.
Kekacauan tidak hanya akan terjadi pada tanah saja, pada diagram tersebut dapat juga dilihat bahwa jaring makanan hewan tanah sangat berhubungan juga dengan jaring makanan hewan besar lainnya.

Bahan bacaan:

Boström, S. 2001. An introduction to Nematology. http://web.abo.fi/fak/mnf/biol/nni/lec_bost.htm. 12 Juni 2010.

Chena, X,. Liua, M. Hua, F., Maoa, X., and Huixin, L. 2007. Contributions of soil micro-fauna (protozoa and nematodes) to rhizosphere ecological functions. Acta Ecologica Sinica 27(8): 3132-3143.

Melendrez, M. M. 1974. Soil ecology & the soil food web. http://www.soilsecrets.com. 12 Juni 2010.

Sohlenius, B. 2001. Soil nematode ecology. http://web.abo.fi/fak/mnf/biol/nni/ lec_bsohls.htm. 12 Juni 2010.

Soil Foodweb. 2009. Soil Foodweb Approach, http://www.soilfoodweb.com/ sfi_approach1.html. 12 Juni 2010.

Tulisan ini merupakan tugas mata kuliah Asesmen Ekonomi Biodiversitas, program studi Biologi Pascasarjana Universitas Andalas.

2 Responses to Fungsi Ekologis Nematoda Tanah

  1. nsputra mengatakan:

    Jika gaya bahasa tulisan ini dibuat lebih “renyah”, wah pasti tambah keren… Penjelasan lebih detil mungkin bisa ditambahkan untuk menambah bobot tulisan ini, misalnya pada kalimat :

    Dekomposisi material racun
    “Kekacauan tidak hanya akan terjadi pada tanah saja, pada diagram tersebut dapat juga dilihat bahwa jaring makanan hewan tanah sangat berhubungan juga dengan jaring makanan hewan besar lainnya”.

    Mas Aad bisa menambahkan beberapa penjelasan yang singkat, padat, dan jelas. Sekedar saran saja mas. Keep writing!

    • Aadrean mengatakan:

      Ini memang hasil salin bulat-bulat saja dari tugas kuliah Pak. Kalau tugas kuliah dibuat berasa “renyah”, nanti dosennya ketagihan he he.

      Terima kasih banyak, komentar seperti ini memang sangat diharapkan, sehingga kita bisa terus terupgrade. OK Pak, akan dicoba memasaknya lagi menjadi lebih renyah. Kalau sudah masak, Pak Nugroho akan dapat mencicipinya. He he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: