Jan Serius Bana

Gallus gallus yang masih juvenil, namun karena pemberian hormon sehingga cepat besar ini, ditangkap dengan metode hand sorting method. Kemudian dimatikan bukan dengan killing bottle tetapi dengan cara memutuskan faring dan atau laring beserta sebagian arteri dan venanya. Setelah itu hewan kelas Aves ini direndam dengan air panas sehingga bulu organisme ini mudah dimolting secara paksa. Setelah animalia ini benar-benar telanjang (nudus), perlakuannya pun semakin kejam. Famili Phasianidae ini dibakar untuk menghilangkan filoplumae yang masih tersisa. Seluruh isi ronggga dada dan perut termasuk gastrointestinal (tembolok, proventrikulus, ventrikulus, intestinum, colon dll) dikorek. Jangan lupa membuang kloaka (awas ada feses!) beserta kelenjar uropigialnya. Proses selanjutnya adalah melakukan dekapitasi (pelepasan caput dari trunkus) dan pemotongan metatarsal beserta digiti dan bagian-bagiannya. Lalu badan dimutilasi sehingga menjadi 8 potong plus 1 potongan caput tanpa rostrum. Potongan-potongan yang telah tak bernyawa dan tak berdarah ini dimasukkan ke dalam larutan keruh yang telah mendidih. Larutan keruh ini merupakan hasil kolaborasi antara dihidrogen oksida dengan, saripati Cocos nucifera, fructus Capsicum annum, rhizom Zingiber officinale, Alpinia galanga, Curcuma domestica, duo Alium serta ramuan herbal lainnya. Setelah beberapa lama, bagian-bagian tubuh Ordo Galliformes yang sudah sulit diidentifikasi ini akan menjadi berwarna pucat pasi dan mengeluarkan aroma yang membuat makhluk bernama Homo sapiens mengeluarkan cairan salivanya. Setelah itu, dengan tanpa pikir panjang potongan-potongan hasil mutilasi ini dimasukkan ke dalam cavum oris dan dikoyak-koyak oleh caninus, dilumat oleh molar dan premolar lalu meluncur menuju ventrikulus dengan bantuan gerakan peristaltik. Begitulah, salah satu proses yang terjadi di dalam rantai makanan.

NB:

  • untuk memahami artikel ini dibutuhkan berbagai macam diktat praktikum

One Response to Jan Serius Bana

  1. nia anasthasia S.si mengatakan:

    Keren banget I like this…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: