Kehidupan di kolong jembatan (Life under the bridge)

MKolong jembatananusia telah berusaha menguasai bumi ini. Campur tangan manusia telah banyak merubah habitat bagi hewan liar. Untuk bertahan hidup, hewan harus beradaptasi terhadap lingkungan yang ditempatinya, lingkungan yang telah mulai direkayasa oleh manusia. Salah satu hasil karya manusia yang juga digunakan oleh hewan adalah jembatan. Kolong jembatan menyediakan tempat yang teduh, selain itu juga menyediakan sudut-sudut atau bagian-bagian tempat bersembunyi dan bersarang.

Kalau soal penelitian tentang sosial masyarakat, penghuni kolong jembatan tentu Indonesia adalah ahlinya, karena di kota-kota besar, kolong jembatan merupakan salah satu tempat tinggal alternatif bagi manusia. Namun bagaimana dengan hewannya?

Para penghuni kolong jembatan ini di luar negeri, telah diteliti jauh lebih rinci dibandingkan dengan daerah kita. Di luar negeri kolong jembatan merupakan salah satu tempat tinggal bagi berbagai macam kelelawar. Berbagai aspek ekologisnya telah banyak diteliti oleh orang luar sana. Jika dihipotesakan, apa saja penghuni kolong jembatan kita, rasa-rasanya akan banyak. Mulai dari kelelawar, burung, berbagai macam reptil (dari cecak-cecak an sampai ular), serangga (misalnya pinyangek, semut dan banyak yang lainnya), dan lain-lain. Kolong jembatan juga tempat kering yang sangat berharga bagi karnivora kecil seperti kucing-kucingan, bahkan berang-berang sering menjadikan kolong jembatan ini sebagai daerah toiletnya.

Di daerah kita saja khususnya Padang, banyak jembatan-jembatan yang ada. Mulai dari yang berair sampai yang tidak berair, yang pendek sampai yang panjang, yang kotor sampai yang bersih, yang bersemak sampai yang sudah menjadi rimbo pun ada.

Maka dari wacana di atas ada tanda tanya besar yang belum terjawab:

Apa saja hewan yang memanfaatkan kolong jembatan?

Jika pertanyaannya diperluas maka bisa menjadi:

Bagaimana pengaruh struktur bentuk dan lokasi jembatan terhadap keberadaan hewan tersebut?

Karena belum ada yang menelitinya, pasti akan dijawab entahlah atau hanya sekedar berhipotesis saja.

Dengan cara kerja yang gampang, hanya dengan mensurvei setiap jembatan yang ada, lalu siapakah yang mau memecahkan masalah ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: