“New Record”! Megophrys paralella ditemukan di Gunung Singgalang


Kalau rajin ke lapangan, akan ada-ada saja hal yang menarik dan tidak terduga yang akan dijumpai. Salah satunya adalah katak aneh yang bernama Megophrys paralella ini.


Megophrys paralella

Megophrys paralella

Ceritanya diawali pada saat kami berempat (Aad, Doni, Ali dan Fedri) sedang ke gunung Singgalang dalam rangka penelitiannya Doni. Penelitian tentang “dung beetle” atau kumbang kotoran. Dalam perjalanan pulang turun ke arah Balingka dan sambil mengambil hasil dari perangkap dung beetle, didapati di dalam perangkap telah mati seekor katak sejenis katak bertanduk (Megophrys) berukuran kecil. Bentuknya agak aneh dari katak bertanduk yang biasa kami temukan di hutan yaitu Megophrys nasuta. Cukup panjang perdebatan kami mengenai jenis apa ini. Namun, karena sudah cukup lama mati, warnanya sepertinya sudah mulai berbeda, dan takut akan busuk, kami buang saja (hal yang kemudian sangat kami sesalkan). Lalu kami melanjutkan perjalanan turun.

Ketika kami sudah keluar dari pintu rimbo (perbatasan antara hutan dengan ladang) dan berada pada lahan bekas ladang. Salah satu anggota kami melihat seekor katak bertanduk. Kali ini berukuran cukup besar berukuran ±9cm dan berbadan gembul, sejauh ilmu yang kami dapatkan itu sepertinya katak betina. Ketika diperhatikan, ternyata menarik!. Bukanlah Megophrys nasuta, yang kami hafal bentuknya. Katak ini mirip dengan katak yang ditemukan tadi tapi beda dari hal ukuran.

Megophrys paralella tampak dorsal

Megophrys paralella tampak dorsal


Apa ini? Pasti ini jenis yang berbeda, dan kami saat itu baru menyesal kenapa yang sebelumnya tidak jadi dikoleksi. Kami koleksi sampel ini dan kami taruh di Museum Zoologi kampus kami, Universitas Andalas.

Salah satu cara identifikasi yang paling cepat adalah tanya ke ahlinya. Foto-foto kami kirim ke ahli herpetologi. Kami kirimkan ke bang Mistar, seorang ahli herpetologi yang telah buat buku tentang katak. Bang Mistar menduga ini adalah Megophrys paralella, dan akhirnya dipastikan oleh ahli herpetologi Indonesia Bapak Prof Djoko T. Iskandar melalui email bahwa ini adalah Megophrys paralella. Wah, berarti ini adalah new record!.

Megophrys paralella

Megophrys paralella adalah jenis katak bertanduk baru yang ditemukan pada tahun 2005 (Inger and Iskandar, 2005). Waktu itu jenis ini ditemukan 6 ekor jantan saja di Lubuk Selasih, Sumatra Barat. Tergolong Megophrys berukuran kecil dengan panjang SVL (snout vent length atau panjang dari ujung moncong sampai ke kloaka) 40-48mm untuk jantan, berbadan gemuk, kepala lebih lebar dari badan, moncong pendek, meruncing pada ujung. Tidak memiliki pelebaran kulit seperti “tanduk” pada bagian moncong. Selain itu jika dibandingkan dengan M. nasuta, jenis ini memiliki “tanduk” pada kelopak matanya yang lebih pendek, serta perbedaan pada pola lipatan pada punggungnya (dorsolateral fold).

Penemuan katak ini diharapkan bisa menjadi catatan terbaru (new record) informasi tentang distribusi yang sebelumnya hanya diketahui ada pada daerah Lubuk Selasih. Namun diharapkan ada kajian yang lebih lagi dari ahlinya.

Referensi:

Inger, R. F., and Iskandar, D. T. 2005. A Collection of Amphibians from West Sumatra, with Description of a New Species of Megophrys (Amphibia: Anura). The Raffles Bulletin of Zoology. 53(1): 133-142

>

–>

2 Responses to “New Record”! Megophrys paralella ditemukan di Gunung Singgalang

  1. baluran and me mengatakan:

    very nice record bro..
    keep in track!

    salam kenal

  2. Aadrean mengatakan:

    Terima kasih mas Swiss. Jadi semangat untuk tetap menulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: