Mengelola sumber daya manusia ala adat Minangkabau

Berdasarkan kato pusako, petuah turun temurun di masyarakat Minang Kabau, semua orang itu punya andil sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas masing-masing. Tidak ada yang rendah, tidak ada yang tak berguna.

* Sebagaimana kayu itu bermanfaat semuanya, bahkan sampai ke asap dan abunya:
Tukang indak mambuang kayu
Nan bungkuak kasingka bajak
Nan luruih katangkai sapu
Nan satampok kapapan tuai
Nan ketek kapasak sanggue
Panarahan kakayu api
Angeknyo untuak basangai
Asoknyo kapanyalaien
Abunyo kapupuak padi

Artinya:
[Tukang tidak membuang kayu]. Seorang tukang sejati itu tidak akan membuang-buang bahan kayunya, semuanya bisa dimanfaatkan, bagaimanapun bentuknya. Kalau seorang hanya bisa memanfaatkan kayu yang lurus-lurus saja, ini belumlah bisa disebut sebagai tukang.
[Yang bengkok untuk singka bajak]. Singka bajak adalah bagian pada alat bajak kerbau, yang dipasangkan ke tengkuk kerbau. Bentuknya bengkok sesuai pas terpasang ke tengkuknya kerbau.
[Yang lurus untuk tangkai sapu]
[Yang sebesar tapak tangan, untuk papan tuai]. Papan tuai ini disebut juga ani-ani, alat untuk menuai padi. Papan sebesar telapak tangan diberi pisau di tengahnya.
[Yang kecil untuk pasak sanggul]. Pasak atau tusuk sanggul (gulungan rambut) supaya tidak lepas.
[Sisa tarahan untuk kayu api]. Kalau kita misalnya meruncingkan tongkat pakai parang, akan ada serpihan-serpihan sisa kayu. Ini disebut panarahan, hasil atau sisa tarahan kayu.
[Hangatnya untuk berdiang].
[Asapnya untuk salai]. Salai adalah teknik pengasapan yang bisa digunakan untuk membuat masakan, seperti ikan salai dll
[Abunya untuk pupuk padi]

* Begitu juga manusia:
Indak urang mambuang urang
Nan buto paambuih lasuang
Nan pakak palapeh badie
Nan lumpuah pahuni rumah
Nan kuaik pambao baban
Nan patah pangajuik ayam
Nan binguang ka disuruah-suruah
Nan cadiak lawan barundiang
Nan pandai tampek baguru
Nan tuo tampek babarito
Nan kayo tampek batenggang
Nan bagak palawan musuah
Nan kuniang pananti alek
Nan hitam pangubak pisang
Jikok baiak samo dipakai
Jikok buruak samo dibuangkan
Jikok cadiak tampek baguru
Jikok kayo tampek batenggang
Jikok rajin disuruah-suruah
Jikok kuaik pamikue baban
Jikok barani palawan musuah

Artinya:
[Bukanlah orang, yang membuang orang]. Membuang orang di sini maksudnya mengucilkan, tidak menganggapnya ada, menganggap tidak berguna. Bukanlah disebut seorang manusia jika ia masih menganggap remeh seseorang karena sifat atau fisiknya. Ini sebuah sindiran yang pedih.
[Yang buta untuk peniup lesung]. Lesung ini alat penumbuk padi. Meniup lesung akan membuat abu di sana akan berterbangan. Di sini kelebihannya orang buta. Aman dari masuknya debu ke mata.
[Yang pekak (tuli) untuk pelepas bedil]. Bedil atau senapan, biasa digunakan untuk menakuti hama seperti monyet dan babi. Suaranya sangat keras, apalagi senapan yang menggunakan mesiu.
[Yang lumpuh untuk penghuni rumah]. Jika semuanya ke ladang, rumah akan kosong. Si lumpuh bisa berperan jadi penghuni rumah. Kalau ada tamu atau keluarga yang datang, masih ada orang yang menanti di rumah.
[Yang kuat untuk pembawa beban]
[Yang patah untuk pengejut ayam]. Orang yang mengalami patah tulang biasanya memiliki tongkat, tongkat ini bisa digunakan untuk mengejutkan atau menghalau ayam ketika menjaga jemuran padi.
[Yang bingung untuk jadi pesuruh]. Bingung di sini maksudnya yang memiliki daya pikir yang lemah. Biasanya bisa disuruh ke sana kemari.
[Yang cerdik untuk jadi lawan berunding]. Jadi juru runding. Ketika ada dua pihak yang punya urusan, masing-masing pihak akan menunjuk satu orang sebagai juru runding. Jika juru runding ini bukan orang yang cerdik, bisa-bisa hasilnya tidak sesesuai dengan yang diinginkan atau dirugikan.
[Yang pandai untuk tempat berguru].
[Yang tua untuk tempat berberita]. Tempat memberikan kabar berita, bercerita, tempat curhat.
[Yang kaya untuk tempat bertenggang]. Yang kaya ini sering membantu ketika ada persoalan-persoalan keuangan, tempat meminjam dll.
[Yang berani untuk pelawan musuh].
[Yang kuning untuk penanti tamu pesta]. Yang kulitnya berwarna kuning langsat, berpenampilan menarik.
[Yang hitam untuk pembuka kulit pisang]. Kulit pisang muda, untuk membuat keripik pisang. Kulit pisang itu ada getahnya, orang yang berkulit hitam tidak akan terlihat warna getah itu di kulitnya.
[Jika baik, sama-sama dipakai]
[Jika buruk, sama-sama dibuang]
[Jika cerdik, tempat berguru]
[Jika kaya, tempat bertenggang]
[Jika rajin, disuruh-suruh]
[Jika kuat, pemikul beban]
[Jika berani, pelawan musuh]

petatah petitihnya diambil dari blog baralekdi.blogspot.com, yang sumbernya : Buku “Kato Pusako” karangan A.B. Dt. Majo Indo.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: