Sebuah ide untuk kebun binatang kita

Ada beberapa faktor yang membuat kebun binatang itu menjadi bagus. Yang pertama pastilah tentang fasilitas, baik untuk hewan maupun pengunjungnya. Kebun binatang di negara kaya, biasanya fasilitas yang tersedia jauh lebih baik. Karena membangun fasilitas fisik itu butuh dana yang besar. Dana inilah yang selama ini menjadi kambing hitam segala permasalahan kebun binatang di Indonesia.

Sebenarnya ada satu faktor lagi yang perlu diperhatikan kalau mau menjadi kebun binatang yang bagus. Faktor ini bagi saya merupakan faktor yang paling penting, setelah masalah kesejahteraan hewan. Yaitu knowledge, pesan, informasi, ilmu yang bisa diberikan oleh pihak kebun binatang dan diterima baik oleh pengunjung. Karena, kebun binatang bukan hanya sekedar tempat untuk melihat hewan terkurung, terkungkung, bermenung dan murung. Kebun binatang itu sebenarnya adalah salah satu tempat yang bagus untuk belajar tentang makhluk hidup. Inilah yang kurang di kebun binatang yang ada di Indonesia.

Cobalah tengok kebun binatang yang ada di sekitar kita. Apakah bertambah pengetahuan zoologi (ilmu tentang hewan) kita setelah berkunjung ke kebun binatang? Jangankan dapat informasi yang lengkap, seringkali nama hewan yang dipajang tidak sama dengan apa yang ada di dalam kandang. Ini penyesatan namanya! Sesat dan menyesatkan!

Kebun binatang yang bagus itu memberikan informasi sebanyak mungkin tentang hewannya, dikemas dengan cara penyajian yang menarik. Hal-hal yang unik dari hewan itu dijelaskan dan ditampilkan kepada pengunjung. Silahkan lihat foto-foto ini.

Sudah 8 tahun lebih saya kuliah biologi, dan sekitar 6 tahun saya fokus ke hewan, ternyata hal-hal simpel tersebut menjadi suatu yang baru bagi saya. Jika saja kebun-kebun binatang kita bisa memberikan secuil informasi menarik dari masing-masing hewannya, betapa menariknya hal itu. Murid SD, siswa SMP SMA, bahkan mahasiswa pun bisa belajar biologi, dengan hanya berkunjung ke kebun binatang.

Mungkin ada yang akan berkomentar bahwa mencari dan membuatkan informasi menarik itu juga butuh dana yang besar. Oke lah kalau begitu, saya coba paparkan rencana murah meriah yang terfikirkan oleh saya.

1. Kerjasama dengan ahlinya
Dalam hal ini yang punya tanggung jawab ilmu yaitu jurusan Biologi, maka bekerja sama lah dengan jurusan tersebut. Mungkin akan timbul komentar: melibatkan dosen dalam memikirkan hal ini (jadi staf ahli dsb) akan butuh biaya besar untuk menggaji mereka! Sebenarnya ada jalan keluar. Setiap dosen itu pasti butuh melakukan pengabdian masyarakat. Kalau tidak, pangkatnya tak akan naik-naik. He he…. Manfaatkan peluang ini.
Lalu apa yang bisa dilakukan dosen? Inilah rencana berikutnya…

2. Berdayakan mahasiswa
Sebagai contoh, di jurusan saya ada mata kuliah biokonservasi. Maka bisa saja ditambahkan satu materi di praktikumnya, yaitu membuat semacam “fact sheet”, fakta menarik tentang hewan yang ada di kebun binatang. Secara teknis bisa dilakukan sebagai berikut:

  • bagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok
  • masing-masing kelompok mendapatkan satu jenis hewan yang menjadi tanggung jawabnya
  • tugasnya yaitu mencari fakta menarik dari hewan itu, lalu tampilkan dengan desain semenarik mungkin. Kata seorang teman saya, maksimal 30 kata. Karena ini batas maksimal kata yang bisa diingat oleh manusia dalam satu kali baca, dan tidak membosankan.
  • print di kertas A4, kalau bisa A3. Lalu laminating. Mungkin hanya butuh uang 10.000-15000 rupiah.
  • lalu tempelkan fact sheet ini ke masing-masing kandang.

Masalah biayanya dapat dari mana?
Mahasiswa juga bisa diajarkan fundraising, penggalangan dana. Fundraising merupakan sebuah kegiatan yang sangat penting bagi dunia biologi konservasi. Saya teringat bagaimana usaha Wally Van Sickle pertama kali mendirikan sebuah lembaga donor bernama IdeaWild. Dua jempol deh.

Kegiatan ini bisa dilakukan oleh mahasiswa tiap tahun. Fact sheet nya bisa tambah banyak dan menarik. Nanti bisa juga dikemas menjadi bentuk stiker kecil yang bisa jadi sumber pemasukan juga. Pokoknya, kalau berniat pasti ada jalan

Semangat, InsyaAllah pasti bisa!

—–

Ide tulisan ini muncul ketika field trip ke Singapore Zoo, waktu itu ikut International Otter Congress 3-8 Juli 2016. Foto-foto juga dari sana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: