Aonyx cinerea (Illiger, 1815) – Berang-berang cakar kecil

Taksonomi

Nama ilmiah: Aonyx cinerea

Author: (Illiger, 1815)

Nama Inggris: Asian Small-clawed Otter, Oriental Small-clawed Otter, Small-clawed Otter

Nama Indonesia:Berang-berang cakar kecil

Sumatera: Silo-silo, simung dengan

Kalimantan: arangan (Berau), rengan (Kutai), dengen (Ngaju), (Dayak)

Jawa: Linsang, welingsang, ringsang

Sunda: sero, dingin

Malay: ambrang, anjing-air, barang, barang-barang

Sinonim:

Amblonyx cinereus (Illiger, 1815)

Aonyx cinereus (Illiger, 1815) [orth. error]

Lutra cinerea Illiger, 1815

Lutra leptonyx Horsfield, 1823

Lutra indigitatus Hodgson, 1839

Aonyx horsfieldii Gray, 1843

Aonyx sikimensis Horsfield, 1855

Lutra (Hydrogale) swinhoei Gray, 1867

Amblonyx cinereus: Pocock, 1921

Amblonyx cinerea: Pocock, 1921

Amblyocix sernaria Nelson, 1983

Subspesies

  1. A. c. concolor di utara India, myanmar sampai ke Sumatera
  2. A. c. nirnai di perbukitan selatan India.

Morfologi tubuh

Berang-berang jenis ini memiliki ukuran panjang tubuh total 65-75 cm. Ekor berbentuk tabung mengkerucut ke ujung dengan panjang sekitar 24-30 cm. Berat sekitar 2-6 Kg. Tubuh berwarna coklat kadang-kadang berwarna krim atau sedikit kemerahan. Ujung rambut tubuh berwarna keabu-abuan, yang merupakan asal kata cinerea. Bagian bawah coklat pucat, bibir atas, dagu, kerongkongan, dan sisi leher dan wajah berwarna abu-abu putih. Tungkai pendek. Diantara sela-sela jari kaki terdapat selaput renang, namun tidak tertutup penuh sampai ke ujung jari. Jari memiliki cakar yang pendek tidak mencuat keluar dari ujung jari, kecuali ketika masih kecil. Rhinarium tidak berambut berbentuk seperti huruf W pada bagian pinggir atasnya. Kelenjar mamae terdiri dari 2 pasang. Rumus gigi I 3/3 C 1/1 P 3/3 M 1/2, jumlah total = 34. Gigi geraham lebih lebar dirancang untuk memecah dan mengunyah cangkang kepiting.

Tingkah laku

Berang-berang ini termasuk jenis yang paling sosial. Mereka hidup berkelompok dengan jumlah anggota dapat mencapai 20 individu dalam satu kelompok. Satu kelompok terdiri dari satu pasangan alfa, yang mendominasi kelompok ini dan beberapa individu lain yang umumnya berasal dari keturunan mereka yang tidak memisahkan diri membentuk kelompok baru ketika sudah dewasa. Betina alfa lebih dominan dibandingkan jantan. Hewan ini aktif pada malam hari (nokturnal) dan pada pagi dan senja (krepuskular), namun pada penangkaran dapat aktif siang hari.

Pencarian makan dilakukan dengan menggunakan tangan, menangkap kepiting, keong, dan ikan yang bergerak lambat di dasar. Hewan ini termasuk hewan yang cerdik. Kerang yang tertangkap lalu dijemur pada panas matahari sehingga cangkang terbuka, sehingga tidak perlu usaha untuk memecahkan cangkangnya. Ketika memakan kepiting, capit dibuang lalu dikunyah beserta karapaksnya. Dalam penangkaran, mereka sangat cepat beradaptasi dan dapat belajar berbagai pengayaan. Hewan ini memiliki tangan yang sangat aktif bisa memegang, sehingga dengan mudah bisa memanjat pagar kawat, atau tebing batu. Benda-benda seperti batu juga sering kali dijadikan mainan dengan menggunakan tangan.

Setelah makan, berang-berang ini membuang kotoran pada tempat yang khas sebagai “toilet”nya. Mereka akan selalu membuang kotoran pada tempat tersebut jika sedang berada di sekitar sana. Tumpukan kotoran seringkali diacak-acak pakai tangan sehingga terserak dan meluas. Tingkah laku ini sering terlihat di penangkaran. Pencaran kotoran berang-berang ini dapat dengan mudah diketahui di lapangan sebagai tanda keberadaannya. Lokasi kotoran yang digunakan oleh jenis ini kadang-kadang juga digunakan bersama dengan jenis lain.

Di sepanjang tepian sungai, berang-berang cakar kecil beristirahat, berjemur, menelisik di pinggiran sungai yang berumput atau berpasir. Di rawa, mereka menggunakan pulau-pulau sebagai tempat kering untuk berjemur. Hewan ini suka bermain di dalam air baik anak-anak maupun individu dewasa. Kecepatan renang sekitar 0,7-1,2m. Memiliki variasi suara yang cukup banyak dalam berkomunikasi.

Reproduksi

Hewan ini bersifat monogami. Dalam kelompok, hanya betina alfa yang berkembang biak. Pada penangkaran, tingkah laku seksual telah muncul pada umur 18 bulan, namun umumnya sukses kawin terjadi pada umur 2,1 untuk betina tahun dan 2,8 tahun untuk jantan. Siklus estrus setiap 24-30, selama 3 hari dan dapat melahirkan sepanjang tahun. Tanda estrus adalah peningkatan tingkah laku berguling dan menandai daerah. Proses perkawinan terjadi di dalam air dan juga teramati di darat. Lama mengandung 60-64 hari, dengan jumlah anak 2-7. Betina membuat sarang dari rumput 2 minggu sebelum melahirkan. Setelah lahir, anak akan dipelihara oleh kedua orang tuanya. Jantan lebih banyak bertugas menjaga dan merawat sarang, sedangkan betina menelisik dan melatih yang muda. Anak yang lebih tua juga ikut memelihara adiknya. Anak muncul dari sarang setelah 7 minggu, dan belajar berenang setelah 9 minggu. Dalam penangkaran, jenis ini dapat hidup sampai umur sekitar 11 tahun.

Makanan

Berang-berang ini tidak seperti jenis lainnya dengan tidak begitu menyukai ikan. Jika tersedia, kepiting merupakan makanan utama dengan tidak ada pemilihan terhadap besarnya ukuran. Kemudian juga udang, kerang dan keong. Beberapa ikan juga dimakan terutama ikan yang bergerak lambat dan mudah ditangkap. Selain itu mereka juga memakan mammalia kecil, amphibia dan serangga. Mereka bersifat oportunis, memakan apa yang tersedia berlimpah. Pada area persawahan mereka juga memakan keong mas yang merupakan hama bagi petani.

Setiap individu dewasa membutuhkan makanan sampai 1 Kg perhari, yaitu sekitar 25% berat badan. Makanan dicerna dengan cepat dan dikeluarkan dalam bentuk feses dalam 1 sampai 3 jam, tergantung jenis makanan.

Habitat

Berang-berang jenis ini lebih menyukai air dangkal, dengan ketersediaan makanan yang baik, bervegetasi pinggir yang cukup. Hewan ini memiliki adaptasi iklim dan makanan yang tinggi. Terdapat dari pesisir tropis sampai ke sungai pegunungan ketinggian 2000 mdpl. Berbagai jenis tipe habitat ditempatinya, mulai dari air tawar sampai payau, sawah, danau, sungai, waduk, kanal, saluran drainase, hutan bakau, kolam pasang surut, dan di sepanjang pantai. Walaupun pada beberapa daerah simpatrik dengan jenis lain, terdapat pemisahan relung yang jelas, dengan memilih badan air yang lebih dangkal dan kecil serta pemilihan makanan yang berbeda.

Berang-berang cakar kecil lebih toleran terhadap aktifitas manusia, bisa hidup dengan mencari makan keong mas dan ikan-ikan kecil yang berada di sawah dan saluran kecil dekat dengan perumahan.

Hewan ini bersarang pada lubang-lubang sarang hewan lain yang telah ditinggalkan. Walaupun memiliki cakar kecil, mereka juga bisa menggali sarangnya sendiri. Sarang memiliki pintu masuk dari bawah air dan terdapat lubang lain ke arah atas yang berfungsi sebagai ventilasi. Selain itu, daerah yang bervegetasi rapat juga digunakan sebagai tempat istirahat dan sarang sementara.

Penyebaran

Berang-berang cakar kecil ditemukan di daerah perbukitan India selatan. Kemudian tersebar dari kaki Himalaya, Cina selatan sampai ke Asia Tenggara, Indonesia (Sumatera, Jawa dan Kalimantan), dan juga terdapat di kepulauan Palawan (Filipina) dan Hainan (Cina).

Karena tingkah laku yang lucu, cerdas, mudah dipelihara dan cepat beradaptasi, berang-berang cakar kecil juga banyak dipelihara di seluruh kebun binatang dunia. Berbagai pertunjukan sirkus juga menggunakan jenis ini sebagai salah satu hewan atraksinya.

Sumber Informasi:

Buku

Kruuk, H. 2006. Otters: Ecology, Behaviour, and Conservation. Oxford University Press. New York.

Jurnal

Aadrean, Novarino, W., and Jabang. 2011. A record of small clawed otters (Aonyx cinereus) foraging on an invasive pest species, golden-apple snail (Pomacea canaliculata) in a West Sumatra Rice field. IUCN Otter Spec. Group Bull. 28(1):34-38.

Larivière, S. 2003. Amblonyx cinereus. Mammalian Species 720: 1-5.

Melisch, R., Asmoro, P. B., and Kusumawardhami, L. 1994. Major Steps Taken Towards Otter Conservation in Indonesia. IUCN Otter Spec. Group Bull. 10: 21–24.

Situs

http://www.otterspecialistgroup.org

http://www.iucnredlist.org

http://www.otterjoy.com

Tulisan ini merupakan bagian dari buku Berang-berang yang sedang saya susun. Mohon doanya agar keinginan ini bisa terwujud. Terima kasih banyak.

3 Responses to Aonyx cinerea (Illiger, 1815) – Berang-berang cakar kecil

  1. Ping-balik: Selamatkan berang-berang di Indonesia « Tulisanku

  2. Mohammad Dzulfikar mengatakan:

    Saya sudah mengisi kolom “Bertemu berang-berang, Laporkan !!” Setelah melakukan penelitian di Halimun, saya jadi tertarik untuk mempelajari Sero lebih dalam. Apabila ada info, tolong email saya (email tercantum di kolom tersebut). Saya ingin berkomunikasi lbh lanjut. FYI, saya anak Fakultas Biologi,Universitas Nasional, Jakarta. Terima kasih, salam konservasi !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: