Uniknya data ekologi

Jika ditemukan pada suatu hutan ternyata pohon yang paling banyak adalah pohon mahoni, apakah boleh disimpulkan bahwa di setiap hutan akan kita temukan pohon mahoni yang paling banyak? Tentu tidak. Masing-masing hutan punya ciri-khas yang berbeda.

Jika ditemukan burung pipit bergerombol pada sebuah pohon, apakah boleh disimpulkan burung pipit itu di sana karena menyukai pohon tersebut? Belum tentu! Bisa jadi burung pipit itu bergerombol di sana bukan karena pohonnya, tapi karena ada sawah yang padinya sedang berbuah tak jauh dari pohon tersebut.

Jika pada sawah yang disemprot pestisida ternyata hamanya lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak di semprot di sebelahnya, apakah bisa disimpulkan semprotan pestisida itu membuat hama menjadi tambah banyak? Terbalik bro! Sawah itu disemprot karena hamanya banyak, bukan hamanya banyak karena disemprot.

Jika ditemukan bahwa walaupun sawah dan lahan basah semakin berkurang karena jadi perumahan dan lahan pertanian kering, jumlah katak tahun ini lebih banyak dari pada 5 tahun yang lalu, apakah bisa disimpulkan populasi katak bertambah banyak? Belum tentu! Bisa jadi kondisi iklim 5 tahun yang lalu itu berbeda dengan sekarang.
Lalu si peneliti tak mau kalah dan menjawab dengan meyakinkan:
“Kita sudah melakukan dengan standar ilmiah yang benar kok!. Semua kondisinya sama. Kita melakukan pengamatan pada lokasi yang sama, pada bulan yang sama, dengan kondisi iklim yang relatif sama, dengan metoda yang sama, dengan tim survei yang sama. Yang berbeda itu cuma tahunnya dan kondisi lahan yang sudah berubah. Maka kami bisa menyimpulkan perubahan lahan itu tak merubah populasi katak. Bahkan bertambah banyak”
He he…
Ternyata si peneliti lupa bahwa 6 tahun yang lalu (satu tahun sebelum pengambilan data pertama) ada bencana kabut dan kekeringan yang sangat parah. Sehingga populasi katak waktu itu turun drastis, hampir punah. Walaupun pada pengambilan data yang pertama (5 tahun lalu) itu kondisi iklimnya bagus, tapi karena efek penurunan populasi pada tahun sebelumnya, walaupun sudah mulai kembali pulih, tapi jumlah populasinya masih sedikit. Sedangkan untuk data tahun ini tidak ada iklim ekstrim pada tahun sebelumnya.

Rumit dan kompleks juga ya. Terus bagaimana dong cara pengambilan data dan analisa data ekologi?

Hmmm… Pfiuuhh…. Saya juga bingung. Ha ha ha… :D.
—–
Ini merupakan sebuah draft bab Pendahuluan pada rencana buku yang akan mengupas cara menganalisa data ekologi, yang ditulis oleh dan untuk orang ekologi yang tak mau pusing dengan rumus dan perhitungan statistika. Mohon doanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: