Beda tempat, beda penghuni

Berbeda tempat, berbeda pula lah penghuninya.

Kalaulah kita sedikit peka, akan terasa perbedaan penghuni dari suatu lokasi ke lokasi yang lain. Saya perhatikan ada perbedaan yang nyata ketika saya berada di Padang (Sumbar) dengan berada di daerah Jabodetabek. Saya akan berbagi cerita ini kepada rekan-rekan semuanya. Ada cerita yang makhluk itu terbang melayang. Ada juga yang hanya terdengar suaranya saja. Ada juga yang tingkahnya meloncat-loncat. Akan saya coba bandingkan bagaimana perbedaannya antara dua lokasi ini.

Pertama, penghuni pohon yang selalu berkicau nyaring dengan suara yang bertingkah-tingkah indah pada sore dan pagi hari. Ukurannya cukup besar. Kalau kita (orang minang) mengenal burung barabah (Pycnonotus goiavier), maka di Bogor dan di Depok saya belum menemukan burung ini. Memang ada burung yang menempati tempat yang sama dan perilaku sama dengan barabah, tapi sudah berbeda jenis. Di sini burung itu disebut dengan kutilang (Pycnonotus aurigaster). Ketika saya mengamatinya, kutilang ini seakan-akan menggantikan apa yang dilakukan oleh barabah di Padang.

Barabah dan Kutilang

Kiri: Barabah (P. goiavier), Kanan: Kutilang (P. aurigaster)
Sumber gambar: MacKinnon et al., 2000

Kedua, masih yang penghuni berkategori terbang. Kali ini mereka hebat melayang. Disebut orang dengan walet. Awalnya saya sangat heran, kenapa walet yang berada di Jawa berbeda dengan yang di kampung ya? Walet di Jawa ini warnanya gelap semua, sedangkan walet di kampung memiliki warna keputihan di daerah perutnya. Ternyata,oh ternyata… Mereka itu sudah berbeda jenis. Kalau di kampung itu adalah Colocalia esculenta, sedangkan di Jawa itu C. vulcanorum.

Kiri: C. esculenta, Kanan: C. vulcanorum

Kiri: C. esculenta, Kanan: C. vulcanorum.
Sumber gambar: MacKinnon et al., 2000

Ketiga, anda tau tokek kan? Sejenis cecak besar, berwarna lurik buruk, yang bersuara tok- kee…k, tok-kee…k. Kalau di kampung saya sangat jarang sekali bisa mendengar suara tokek. Sedangkan di Jawa, sering sekali mereka berbunyi. Ketika itu saya sedang pelatihan prajabatan di Pubangtendik, di Sawangan Depok. Hampir setiap shalat maghrib seekor tokek berbunyi nyaring dari arah atas dinding depan imam di Masjid kampus Pusbangtendik. Sangat nyaring sekali dan jelas. Sehingga sampai-sampai saya malah menghitung berapa kali jumlah bunyi “tok-kee…k” nya. Padahal saat itu sedang shalat berjamaah. Seakan-akan mau menyaingi bacaan alfatihah dan ayat si Imam he he…. Tak hanya si tokek yang di masjid saja, teman-temannya yang ada di gedung lain dan pepohonan yang ada di sekitar itu juga sering berbunyi. Nah, timbul pertanyaan. Kenapa mereka berbeda tingkah laku.? Kenapa yang di kampung pendiam, kalau yang di sini cerewet?

Sumber: Wikipedia

Keempat, si loncat-loncat, katak. Silahkan orang Padang keluar rumah di malam hari. Lalu perhatikan bentuk, wajah dan perawakan katak atau kodok kasar jelek dan berbintil-bintil yang suka terlihat meloncat-loncat di halaman rumah, maka akan terlihat Bufo melanostictus atau Bufo asper. Namun, saya melihat katak yang unik ketika berada di ecology park di komplek LIPI cibinong. Kodok kasarnya itu memiliki tonjolan garis dua di atas kepalanya. Ini disebut dengan Bufo biporcatus. Lalu kalau di Tapan, yang termasuk salah satu daerah paling selatan di Sumbar, tonjolan di atas kepalanya itu unik, seperti gambar tetes air, membulat ke belakang. Ini disebut Bufo claviger. Wuih… ternyata benar, lain tempat beda pula makhluk penghuninya.

Bufo claviger

Bufo claviger

Bufo biporcatus. Sumber: Wikipedia

Bufo asper. Sumber: Wikipedia

 

NB:

Penggunaan kata Padang dan Jawa pada tulisan di atas tidaklah mewakili kesuluruhan daerah tersebut. Untuk Padang saya gunakan sebagai istilah untuk kawasan Sumatera Barat secara umum, sedangkan istilah Jawa saya terlampau menggeneralisir. Padahal datanya hanya berdasarkan pada beberapa daerah di Bogor dan Depok saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: