Telemetri pada penelitian berang-berang

Telemetri adalah sebuah teknologi yang mampu melakukan pengukuran jarak jauh dan pelaporan informasi kepada perancang atau operator sistemnya. Dalam penelitian ekologi hewan, teknologi ini digunakan untuk mengetahui keberadaan dan kondisi hewan tersebut dari jarak jauh. Biasanya telemetri digunakan untuk mengetahui posisi hewan, dan bisa juga dilengkapi dengan alat pendeteksi lainnya seperti data kondisi lingkungan, suhu tubuh dll. Kalau yang canggihnya bisa ditambahkan dengan kamera, semua itu tergantung dengan kemajuan teknologi yang ada.
Dalam penelitian berang-berang teknologi ini digunakan untuk mengetahui posisi berang-berang berada sehingga kita bisa mengetahui daerah jelajah home range dan penggunaan lahan. Serta dari dari data ini kita bisa mengolahnya lebih lanjut untuk analisa ekologi lainnya.
Dalam penelitian berang-berang, ada dua sistem telemetri yang pernah digunakan, yaitu sistem gelombang VHF dan sistem GPS-GSM.
Prinsip kerja telemetri sistem VHF ini adalah sebagai berikut: Ada alat transmiter yang dipasang pada tubuh hewan. Alat ini memancarkan denyut-denyut sinyal terus menerus. Sinyal ini dilacak dengan alat receiver yang memiliki antena. Jika antena ini diputar, pada arah yang sesuai dengan arah datangnya sinyal, receiver akan berbunyi denyutan sinyalnya itu. Dimana arah yang bunyinya paling kuat, maka dari arah itulah datangnya sinyal, dengan artian bahwa hewan tersebut berada pada arah datangnya sinyal. Dengan menentukan arah datangnya sinyal dari 2 lokasi atau lebih, kita bisa mendapatkan posisi si hewan tersebut.
Kemudian, prinsip kerja alat sistem GPS-GSM ini menggunakan gabungan antara alat GPS dan sistem komunikasi seluler GSM. Alat GPS-GSM ini dipasang pada tubuh hewan. Pada setiap rentang waktu tertentu, GPS akan mencatat titik koordinat hewan ini berada. Kemudian data koordinat ini dikirimkan lewat pesan singkat atau SMS ke server. Server menerima dan mencatat data koordinatnya. Sistem ini akan bekerja dengan baik hanya pada daerah yang masuk dalam coverage area dari sinyal seluler.
Alat transmitter yang dipasang pada hewan ini terbagi juga menjadi 2 tipe. Yaitu tipe yang dipasang di tubuh bagian luar, dan tipe yang dipasang di bagian dalam atau disebut dengan istilah implant. Untuk tipe luar biasanya digunakan dalam bentuk colar atau kalung. Tapi karena berang-berang kepalanya sama atau lebih kecil dari leher, maka tipe kalung ini tidak bisa dipasang ke berang-berang, dan berisiko tersangkut diranting-ranting ketika berenang dan masuk lubang. Maka tipe yang cocok untuk berang-berang adalah tipe implant. Transmitter dimasukkan ke dalam rongga intraperitoneal perut.

___________________________________________________________

Tulisan ini merupakan bagian dari draft buku berang-berang yang sedang saya susun. Mohon doanya agar keinginan ini bisa terwujud. Terima kasih banyak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: