Hewan kebun binatang kapan liburannya?

Bertempat di TMSBK (Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan) Bukittinggi, kami adakan sebuah kuliah lapangan Taksonomi Vertebrata bersama mahasiswa Pendidikan Biologi STAIN Batusangkar. Ketika berada di depan kandang orangutan, “Orangutan ini telah tinggal di sana sejak 20 tahun lalu” ujar seorang penjaga hewan di sana. “Wah… berarti ini masih orangutan yang saya lihat waktu SD dulu ya Pak?, kasihan… pantas saja tampangnya galau” celetuk seorang mahasiswi.

 

Umumnya kita sudah berulang kali berlibur ke kebun binatang, bersuka ria bersama karib kerabat dan keluarga, mendapatkan kesenangan hati, kepuasan dan kenyamanan. Kita punya waktu dan kesempatan melepaskan segala beban dan penat yang ada, untuk mengisi kembali semangat untuk beraktifitas untuk besoknya. Namun, sadarkah kita bahwa hewan yang kita kunjungi di kebun binatang itu tidak pernah dapat liburan? Dengan ruang gerak yang hanya sepanjang beberapa meter ukuran sisinya, hewan-hewan itu mendapatkan perlakuan dan suasana yang sangat monoton setiap hari. Pernahkah mereka jalan-jalan berlibur ke luar sana? Pernahkah mereka dipindahkan kandangnya? Diberikan variasi-variasi lingkungan?. Jangankan untuk berlibur, mendapatkan pasangan pun mereka tidak diberikan kesempatan dan fasilitas yang layak. Banyak hewan yang tidak punya teman bercerita alias tempat curhatnya, karena terpaksa hidup home alone saja bergalau ria. Ironisnya, dengan hanya berbatas terali saja, Animalia berjenis Homo sapiens leluasa bercanda bersama pasangan (malah sampai ada yang menunjukkan variasi-variasi dari tahapan awal mating behaviournya), bersama keluarga, dan anak-anak. Pindah dari satu kandang ke kandang yang lain, terbahak-bahak dengan tanpa kasihan melihat para “tahanan” ini sebagai lelucon. Sungguh malang nian nasib tahanan seumur hidup ini.

Yang lebih parahnya, para tahanan ini dipaksa kondisinya seperti apa yang manusia suka tanpa memperhatikan apa yang dibutuhkan. Ada juga yang “dipaksa” agar menyukai pasangan kelamin sejenis atau dipaksa berteman dengan hewan lain yang bukan lagi saudara mereka berspesies sama.

Ekspresi kebosanan tak bersemangat hidup akan tampak jelas pada hewan yang punya ekspresi, yang punya otot-otot pada bagian wajah, yaitu primata. Apalagi orangutan.

Kalaupun harus dikebunbinatangkan, kandang-kandang butuh pengayaan (enrichment). Setiap hewan diberikan berbagai mainan-mainan sebagai penghilang suntuk. Harusnya kebun binatang itu juga punya sebuah lapangan khusus tempat wisata bagi hewan. Secara bergiliran mereka dilepaskan di lapangan itu, berbuat sesuka hati mereka, melepaskan penat dan kebosanan ketika berada di kandang

 

Berharap para penghuni kebun binatang diberikan hari “Minggu” bagi mereka. Amin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: