Tikus duri Pagai (Maxomys pagensis), “Endangered species” endemik dari Mentawai

Mentawai memiliki banyak hewan mammalia endemik. Dari bangsa Rodentia saja terdapat 10 jenis endemik Mentawai. Delapan dari 10 jenis tersebut di dalam IUCN Redlist terdaftar sebagai Endangered species, sedangkan dua jenis lainnya termasuk ke dalam Vulnerable. Salah satunya yang termasuk ke dalam Endangeres species adalah Maxomys pagensis. Di dalam buku Payne et al. (2000) jenis ini disebut nama Indonesianya sebagai tikus duri Pagai.

Maxomys pagensis (Miller, 1903)

Maxomys pagensis (Miller, 1903)

Survei mammalia kecil yang dilakukan bersama Taman Nasional Siberut (TNS) dari tanggal 27 Oktober sampai 1 November 2010 ini, menemukan Maxomys pagensis di dalam kawasan TNS di bagian Utara, yaitu di daerah yang termasuk ke dalam Seksi Pengelolaan Taman Nasional kawasan (SPTN) II Taman Nasional Siberut.


Pada survei kali ini, tikus yang berstatus “genting” ini hanya didapatkan dua ekor spesimen saja yaitu dua ekor jantan dengan ukuran panjang kepala badan 178-203mm, panjang ekor 180-181mm, panjang kaki belakang 39,2-40,1mm, panjang telinga 21,6-21,9mm.

Tikus duri Pagai ini dicirikan dengan pada bagian dorsalnya memiliki rambut pelindung yang kasar memipih dan membentuk seperti duri. Pada bagian tengkuk, rambut pelindung tumbuh lebih banyak, semakin ke arah posterior semakin sedikit rambut pelindungnya. Rambut pelindung berwarna abu-abu gelap, dan rambut biasa berwarna coklat kemerahan. Pada bagian ventral rambut lebih halus dan berwarna krem terang. Ekor pada bagian dorsal berwarna abu-abu gelap sedangkan pada bagian ventral berwarna krem terang. Pada bagian leher ada warna krem kecoklatan. Ada warna kecoklatan pada dekat pangkal telapak kaki belakang, yang menyambung dengan warna coklat dorsal.

Tikus ini mirip dengan Maxomys surifer, jenis tikus duri yang terdapat di pulau Sumatera, namun memiliki rambut pelindung yang berwarna gelap, sedangkan Maxomys surifer memiliki rambut pelindung yang berwarna jingga (Payne, et al, 2000)

Maxomys pagensis ini ditemukan simpatrik dengan jenis tikus rumah Rattus tanezumi yang merupakan jenis introduksi dan bersifat invasif. Tikus-tikus endemik Mentawai memang semakin terancam, selain dari ancaman perusakan habitat, juga terancam oleh jenis introduksi yang dapat hidup dekat dengan manusia.

Tikus duri Mentawai ini didaftarkan ke dalam IUCN Redlist karena jenis ini hanya memiliki daerah penyebaran kurang dari 5000Km2, hanya ada di kepulauan Mentawai dan terancam oleh kehilangan serta perusakan habitat secara terus menerus yang mengancam daerah ini (Ruedas, Lunde. and Musser, 2008)

Daftar Pustaka

Payne, J., C. M. Francis, K. Phillipps, S. N. Kartikasari. 2000. Panduan Lapangan Mamalia di Kalimantan, Sabah, Sarawak dan Brunei Darussalam. The Sabah Society dan Wildlife Conservation Society. Jakarta

Ruedas, L., Lunde, D., and Musser, G. 2008. Maxomys pagensis. In: IUCN 2010. IUCN Red List of Threatened Species. Version 2010.4. http://www.iucnredlist.org. 27 November 2010.

 

Survei ini didukung oleh:


One Response to Tikus duri Pagai (Maxomys pagensis), “Endangered species” endemik dari Mentawai

  1. Ping-balik: Rodentia endemik Mentawai « Tulisanku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: