Benarkah evolusi terjadi?

Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang cukup marak diperdebatkan oleh berbagai pihak, para agamais banyak yang menentang teori ini. Kalangan ahli evolusionist pun tak kalah gencarnya membuktikan teori ini memang benar.

Kalau ingin lihat seperti apa para evolusionist memaparkan bukti-buktinya, silahkan pelajari saja atau ingat-ingat lagi pelajaran waktu sekolah dulu. Bahannya pun banyak tersedia di internet. Kalau ingin melihat penentang teori evolusi, silahkan cari, lihat, baca dan nonton berbagai media yang disajikan salah satunya oleh Harun Yahya. Harun Yahya pun ada menyediakan situsnya, dan sudah berbahasa Indonesia dan lumayan lengkap (Butuh link situsnya?, Cari sendiri saja ya.)

Karena ini membahas tentang teori, maka saya pun berhak berteori. Dengan segala keminiman ilmu yang diperoleh, maka saya coba juga membahasnya.

Pertama, kita berbicara tentang teori. Kita perlu memahami dulu bahwa dalam kaidah illmiah, ada yang namanya teori, postulat, hukum dll.

Teori dibangun dari beberapa konsep yang memiliki sifat keumuman yang tinggi, dimana teori merupakan sebuah pengetahuan ilmiah yang menjelaskan mengenai faktor tertentu dari disiplin keilmuan, yang bersifat utuh, konsisten, universal, dan keberadaannya tidak absolut (pragmatis) artinya tidak selamanya benar.

Postulat merupakan asumsi dasar yang kebenarannya dapat kita terima tanpa ada sebuah pembuktian

Hukum ialah generalisasi ilmiah berdasarkan pada pengamatan empiris. Hukum ialah kesimpulan yang diambil dari, atau hipotesis yang ditegaskan oleh eksperimen ilmiah.

Yang namanya teori itu belum tentu benar, karena ini hanya pendapat orang yang mencoba untuk menjawab masalah (Masalah adalah pertanyaan yang belum ada jawabannya). Sebuah teori bisa saja menjadi runtuh, atau bisa semakin menguat sehingga naik kelas menjadi Hukum. Oleh karena itu jika ada yang menolak untuk mempelajari teori evolusi ini, maka ini sebenarnya tidaklah bijak. Yang perlu itu adalah penekanan istilah “Teori” itu lah yang perlu dijelaskan dalam setiap pengajaran.

Apa sih yang sebenarnya yang dipertentangkan orang pada teori evolusi ini?

Dari yang saya pahami, ada beberapa hal yang pokok:

  • Ada yang benar-benar menolak karena hal ini tidaklah sesuai sama sekali dengan agama dan keyakinan mereka. Mereka akan menentang karena proses evolusi sangat berbeda dengan cerita-cerita yang beredar dan dipelajari dalam kajian agama mereka.
  • Ada yang menentang teori ini dalam hal istilah “secara tidak sengaja”, terjadi begitu saja. Para penentang ini meyakini semua hal yang terjadi itu merupakan sebuah desain yang sempurna dari yang maha pencipta. Ini insyaAllah akan saya jelaskan lebih rinci (dengan berlagak sok tahu)
  • Ada juga yang menentang teori ini, karena mereka punya teori baru yang selain yang di atas. Mungkin saja mereka punya teori baru sebagai alternatif teori. Apa contoh teori alternatifnya? Mungkin saja sudah ada, tapi saya belum tau. He he…

Kenapa sampai muncul teori evolusi ini:

Begini ceritanya (versi saya):

Kita tinggal di alam semesta, disebuah galaksi bernama Bima Sakti atau Milky Way kata orang luar sana, yaitu pada di sebuah sistem yang bernama Tata Surya/Solar System sebuah susunan benda-benda langit yang ikut dalam pergerakan yang berpusat pada sebuah bintang bernama Matahari. Lebih tepatnya lagi berada di sebuah planet biru yang basah yang disebut oleh orang Indonesia sebagai bumi, di benua Asia, pada sebuah negara yang indah Indonesia, Propinsi Sumatera Barat negerinya ranah minang, di kab. Padang Pariaman kampuang halamannya para Ajo, di Kec. Lubuk Alung…. (Loh Kok?…. ini khusus saya pribadi. He he…)

Kita kembali ke Bumi. Bumi memiliki makhluk hidup. Makhluk hidup yang terus saja beranak pinak sampai sekarang. Kalau kita katakan terus saja beranak pinak sampai sekarang, lalu muncul pertanyaan, sejak kapan? Tuing……! Pertanyaannya simpel, sangat mungkin muncul dari seorang bocah yang belum masuk PAUD. Namun pertanyaan ini membuat para profesor semakin botak untuk menjawabnya. (emangnya profesor harus botak?!). Sudah terjawab kah pertanyaan ini? Walaupun beberapa orang sudah mencoba menjawabnya dengan teori, namun bisa dikatakan belum ada jawaban pasti. Karena belum terjawab, maka ini menjadi Masalah. → → Masalah pertama!

Kajian geologi, astronomi dll mengungkapkan bahwa bumi ini terjadi dari belum ada menjadi ada seperti bumi sekarang. Berarti ada awalnya. Tidak hanya bumi, seluruh alam semesta pun ada awalnya. Teorinya menjelaskan bahwa bumi ini terbentuk dari awan materi panas yang kemudian mendingin, dan memadat membentuk sebuah bola besar. Lalu muncul air. Saat itu belum ada makhluk hidup. Namun sekarang ini ada makhluk hidup, jadi sejak kapan ada mahkluk hidup itu?. Kok bisa ada?

Kajian geologi dan fosil juga mengungkapan bahwa, bumi ini pada awalnya hanya ada air, kemudian muncul mikroba, kemudian ada lumut dan tumbuhan tingkat rendah, lalu muncul “tiba-tiba” saja hewan-hewan air yang sangat banyak. Lalu tiba-tiba saja ada hewan darat. Lalu ada manusia. Lalu? Ya… akhirnya seperti sekarang ini bumi yang dipenuhi oleh makhluk yang bergerak dan bernapas. Kalau manusia ada Bapak Pertamanya yang bernama Adam, kalau kucing siapa namanya? Kalau Sapi? Ayam?, pohon Pepaya di depan rumah? Tahun berapa mereka ada? Dimana mereka tinggal pertama kali? Ini masih pertanyaan anak PAUD, yang membuat para profesor semakin botak. Ha ha ha… Ternyata masalah semakin berlimpah!.

Karena belum tau jawabannya, sebagian orang dewasa akan menjawab: Antahlah…. indak tau wak doh. Sebagian lagi menjawab: Wallahu a’lam Tuhan nan tau tu nyo! Sebagian lagi akan menjawab dengan berteori: “mungkin saja seperti ini kejadiannya bla bla bla bla….” Para golongan agamais mungkin akan menjawab: “semuanya itu terjadi dengan segala kajaiban tuhan”. Cling… sim salabim… maka muncullah semua itu (Maaf… ini hanya analogi sederhananya).

Maka muncullah seorang tokoh bernama Charles Darwin yang mencoba memunculkan dasar-dasar terbentuknya teori yang bernama teori evolusi.

Tokoh kelahiran Swedia ini mencoba memaparkan hal-hal dasar penyebab kenapa hewan (makhluk hidup) bisa berbeda-beda. Dari teori tokoh ini pula lah munculnya kesimpulan sederhana dari para pengikutnya, bahwa manusia itu berasal dari kera.

Teori ini memicu meledaknya penelitian biologi dan paleontologi. Teori ini memicu perdebatan yang hangat. Teori ini pun memicu timbulnya sifat rasisme dan sikap merasa ras unggul sehingga orang lain dianggap primitif dan bisa dijajah. Untuk lebih jelasnya, akan dijelaskan pada tulisan berikutnya.

Bersambung...

NB:

  • Dari pada nanti diperdebatkan, maka perlu dijelaskan bahwa istilah “agama” dan “agamais” yang saya maksudkan disini adalah untuk agama selain Islam.
  • Tulisan ini murni opini pikiran saya, sehingga landasan ilmiahnya sangat lemah dan tidak jelas. Isi tulisan ini jangan dipercaya begitu saja.

2 Responses to Benarkah evolusi terjadi?

  1. Julio Eiffelt R R mengatakan:

    Penguat dari evolusi adalah adanya teori mutasi yang terjadi pada waktu yang lama. istilah Mutasi muncul ketika beberapa adanya penemuan penting didunia, sehingga para pakar peleontologi yang derivatnya menjadikan mutasi sebagai fektor terjadinya evolusi. sebenarnya banyak kelemahan pada teori ini dengan kenyataannya di lapangan. Penemuan tulang-tulang yang tidak pernah ditemukan lengkap dan jarak yang jauh dari penemuan tersebut. mutasi dan evolusi adalah dua hal yang dipaksakan untuk masing-masing “dikaitkan” satu sama lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: