“Ota lapeh” tentang pertanian berkelanjutan

Setiap Rabu di lab kami ada seminar, biasanya tentang presentasi perkembangan penelitian atau bedah jurnal. Bagi saya dan pak Abdul Rahim, yang paling menarik dari seminar Rabu-an ini adalah sesi diskusi pasca seminar. Yaitu sesi diskusi yang anggotanya cuma kami berdua saja, alias ngobrol ngalur ngidol atau ota lapeh. Hehe…

Kali ini temanya tentang aspek ekologi dalam pertanian berkelanjutan. Saya adalah orang ekologi yang bergeser meneliti ke arah pertanian, sedangkan pak Rahim adalah orang pertanian yang bergeser meneliti ke arah ekologi. Sehingga kami bertemu di tengah-tengah. Ada beberapa poin menarik dari obrolan kami yang perlu dituliskan di status ini.

Pertama, masalah lika-liku pertanian yang berkelanjutan itu sepertinya erat hubungannya dengan keimanan. Antara ikhtiar menanam tanaman, dan tawakkal diserahkan saja urusan hama dan hasilnya ke Allah. Seakan-akan kami mau buat sebuah tulisan “Pertanian berkelanjutan: antara ikhtiar dan tawakkal”. He he….

Kedua, ada ide bahwa untuk masalah burung di sawah sepertinya tak perlu diusir. Mau atau tidak mau, gerombolan burung itu akan tetap makan, Kalau bukan di sawah kita, maka mereka akan makan di sawah orang lain. Kalau semua kita sepakat tidak mengusir burung, maka gerombolan burung itu akan tersebar ke banyak sawah. Sehingga padi yang hilang dimakan burung menjadi sedikit, karena dibagi rata ke seluruh sawah. Yang jadi celaka adalah ketika ada petani lain yang mengusir burung dari sawahnya, tentu burung itu pindah ke sawah kita. Apes besar jika gerombolan ribuan burung itu mengisi temboloknya sampai penuh hanya di sawah kita saja. Sampai akhirnya masing-masing petani berlomba mengusir burung dari sawah sendiri.

Itu dua diantara banyak ide yang terlontar dari obrolan lepas kami. Jangan jadikan rujukan, karena ini hanya sekelas hipotesis yang perlu diuji, dan itupun hanya dihasilkan dari diskusi lepas kami berdua saja, bukan dari workshop atau konferens yang terindeks S*opus. He he….

#catatan lama selepas seminar lab di kanazawa University
#telah dipos di Facebook tanggal 19 Juli 2017

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: