Lutrogale perspicillata (Geofroy Saint-Hilaire, 1826) – Berang-berang bulu licin

Taksonomi

Nama ilmiah: Lutrogale perspicillata

Author: (I. Geoffroy Saint-Hilaire, 1826)

English–Smooth-coated Otter, Indian Smooth-coated Otter

Nama Indonesia: Berang-berang bulu licin

Sumatera: silo-silo, simung

Sinonim:

Lutra perspicillata I. Geoffroy Saint-Hilaire, 1826

Lutra perspicillata Geoffroy St.-Hilaire, 1826

Lutra simung Lesson, 1827

Lutra tarayensis Hodgson, 1839

Lutrogale macrodus Gray, 1865

Lutrogale perspicillata: Pocock, 1940

Subspesies

  1. L. p. perspicillata – di utara dan selatan india, Myanmar and Sumatra,
  2. L. p. sindica – utara dan barat laut India dan Pakistan.
  3. L. p. maxwelli, yang status sekarang tidak jelas dilaporkan di rawa di selatan Irak

Morfologi tubuh

Jenis ini merupakan berang-berang dengan ukuran tubuh paling besar untuk jenis berang-berang yang ada di Indonesia dengan panjang total 107-130 cm dan berat 7-12 Kg. Panjang ekor sekitar 40-50 cm. Jenis ini memiliki ekor bagian ke ujung yang pipih mendatar. Jika dilihat pada potongan melintang akan mirip seperti segitiga. Hal ini menjadi ciri khas pembeda dengan berang-berang jenis lain.

Rambut tubuh lebih pendek dan halus, warna coklat gelap sampai coklat kemerahan, dan lebih terang pada bagian bawah tubuh. Tungkai kaki kuat dan lebih besar jika dibandingkan dengan proporsi badannya. Semua jari kaki ditutupi selaput renang penuh dan memiliki cakar yang kuat.

Rhinarium berwarna hitam, tidak berbulu, dan berbentuk agak cembung. Sungut berkembang jelas berwarna putih. Mata dan telinga kecil.

Rumus gigi i 3/3, c 1/1, p 4/3, m 1/2, jumlah gigi total 36, dan memiliki 2 pasang kelenjar susu.

Tingkah laku:

Berang-berang bulu licin hidup berkelompok dalam satu keluarga yang terdiri dari seekor jantan, seekor betina dan beberapa ekor anaknya. Daerah jelajah kelompok sekitar 7-12 Km, dengan daerah kekuasaan saling bersinggungan antara satu kelompok dengan kelompok lain. Hewan ini aktif siang dan malam hari, dengan beristirahat pada tengah hari.

Jenis ini merupakan perenang yang kuat. Pencarian makan dilakukan dalam kelompok dengan cara berenang membentuk formasi sehingga ikan menjadi panik tersudutkan dan mudah ditangkap. Mereka suka berburu pada daerah yang dangkal, diantara kayu tumbang di sungai, dekat jeram, jaring ikan dan benda-benda lainnya yang terdapat di sungai.

Dibantu dengan sungut yang berfungsi sebagai pendeteksi mangsa, mereka menangkap ikan dengan menggunakan mulut. Selain itu tangan juga digunakan dalam menangkap kepiting dan ikan-ikan yang bersembunyi di dalam lumpur. Beberapa kelompok keluarga juga teramati berburu bersama, dan setelah itu pulang kembali ke sarang masing-masing. Ikan hasil tangkapan umumnya langsung dimakan di dalam air, namun ikan berukuran besar akan di bawa ke pinggir darat dan dimakan di sana.

Kotoran biasanya dibuang pada batu besar, dan pinggiran berpasir antara 1-3 m di atas permukaan air. Berang-berang ini suka berguling dan menggosokkan badannya di area berumput, terutama setelah buang air. Mereka kadang-kadang beristirahat, pada daerah berpasir dan berumput di sepanjang pinggir sungai.

Sama seperti berang-berang cakar kecil, jenis ini juga suka bermain dan sering teramati berdiri tegak dengan kaki belakang.

Reproduksi

Berang-berang bulu licin matang seksual pada umur 22 bulan. Reproduksi dapat terjadi disepanjang tahun jika cuaca bagus dan makanan tersedia melimpah. Siklus estrus tiap bulan, berlangsung selama 14 hari. Perkawinan terjadi di dalam air, dengan beberapa kali kopulasi dalam sehari. Masa hamil selama 63-65 hari, dengan jumlah anak 1-5. Anak akan berukuran seperti dewasa setelah 1 tahun. Jantan bersifat poligami sampai empat betina. Anak muncul dari sarang setelah 4 minggu, diawasi oleh induk dan dijauhkan dari air. Kemudian diperkenalkan dengan air setelah berumur 12 minggu. Penyapihan dilakukan pada umur sekitar 19 minggu. Lama hidup di penangkaran dapat mencapai umur 12 tahun.

Makanan

Makanan utama jenis ini adalah ikan dengan proporsi lebih dari 90%. Selain itu mereka juga memakan udang, kepiting, serangga, katak, burung dan tikus berdasarkan ketersediaan di alam – bersifat oportunis. Dalam satu hari membutuhkan makanan sekitar 3,5 Kg.

Habitat

Hewan ini membutuhkan badan perairan yang lebih besar jika dibandingkan dengan jenis berang-berang cakar kecil. Umumnya menempati danau, sungai besar berbatu, hutan rawa gambut, hutan bakau dan muara, dan juga mencari makan di sawah. Pinggiran sungai yang terbuka dan tidak menyediakan tempat berlindung tidak disukai sebagai habitatnya. Jenis ini lebih menyukai habitat berbatu-batu, karena celah-celah pada batu tersebut menyediakan tempat untuk bersembunyi dan bersarang. Pada daerah pesisir pantai juga dapat ditemukan jenis ini, namun keberadaan air tawar selalu dibutuhkan untuk membersihkan tubuhnya dari garam.

Sarang terdapat di bawah akar pohon, pada celah terbuka pada tumpukan batu atau pada vegetasi yang rapat. Jenis ini sering juga menggali untuk membuat sarangnya sendiri. Lubang masuk sarang berada di dalam air, dan memiliki beberapa kamar di dalamnya. Pada bagian atas juga terdapat lubang yang berfungsi sebagai ventilasi dan tempat keluar masuk bagi anak.

Penyebaran

Berang-berang bulu licin tersebar di Asia Selatan meliputi India, Nepal, Pakistan, Bhutan dan Bangladesh. Kemudian Cina Selatan dan terus ke seluruh daratan Asia Tenggara. Di Indonesia jenis ini terdapat di Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Populasi terpisah dari subspesies L. p. maxwelli dilaporkan terdapat di Irak.

Sumber Informasi:

Buku

Kruuk, H. 2006. Otters: Ecology, Behaviour, and Conservation. Oxford University Press. New York.

Jurnal

Hwang, Y. T and Larivière, S. 2005. Lutrogale perspicillata. Mammallian species. 786:1-4

Melisch, R., Asmoro, P. B., and Kusumawardhami, L. 1994. Major Steps Taken Towards Otter Conservation in Indonesia. IUCN Otter Spec. Group Bull. 10: 21–24.

Situs

http://www.otterspecialistgroup.org

http://www.iucnredlist.org

http://www.otterjoy.com

Tulisan ini merupakan bagian dari buku Berang-berang yang sedang saya susun. Mohon doanya agar keinginan ini bisa terwujud. Terima kasih banyak

One Response to Lutrogale perspicillata (Geofroy Saint-Hilaire, 1826) – Berang-berang bulu licin

  1. Ping-balik: Selamatkan berang-berang di Indonesia « Tulisanku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: