Berang-berang sebagai top predator di lahan basah

Berbeda ekosistem akan berbeda pula para penghuninya. Berbeda penghuni maka berbedalah sistem yang berfungsi pada habitat itu. Dalam ekosistem kita mengenal berbagai sistem yang bekerja diantaranya yaitu rantai makanan atau jaring-jaring makanan. Berbagai istilah pun kita temukan dalam hal ini: produsen, konsumen, predator dll.

Kalau di darat kita mengenal bahwa Harimau merupakan top predator, maka pada lahan basah ada pula hewan yang pantas disetarakan dengan harimau ini, yaitu berang-berang. Top predator ini memiliki fungsi yang sangat penting dalam keseimbangan ekosistem itu sendiri.

jaring makanan di lahan basah

Contoh Jaring makanan di lahan basah. Berang-berang sebagai top predatornya.

Berang-berang merupakan top predator yang oportunis. Artinya hewan ini memakan berbagai tingkat hewan di bawah nya yang mudah didapatkan, tidak terfokus pada satu hewan saja. Sebagai top predator oportunis, berang-berang sangat penting sekali peranannya dalam ekosistem. Hewan ini menjaga keseimbangan jumlah, mana hewan yang berlimpah, maka akan diseimbangkan oleh berang-berang ini. Masuknya hewan-hewan yang invasif dari luar pun akan dikontrol oleh top predator oportunis. Penelitian pun menunjukkan bahwa berang-berang mengkonsumsi ikan dan kepiting yang invasif di daerah Eropa. Jenis invasif jika dibiarkan berkembang maka akan menguasai suatu daerah dan bisa mengakibatkan kepunahan jenis lokal. Peranan top predator oportunis bagi pengendalian hama juga sangat penting. Di Indonesia berang-berang terbukti memakan hama padi yaitu keong mas (Pomacea canaliculata), salah satu jenis yang termasuk kedalam 100 jenis yang paling invasif di dunia.

————————–

Catatan tambahan:

  • Top predator itu adalah hewan yang berada pada paling akhir/puncak dari rantai atau jaring-jaring makanan.
  • Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan (pengalihan energi) antara makhluk hidup dengan urutan tertentu.
  • Jaring-jaring makanan yaitu rantai-rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperi jaring-jaring. Jaring-jaring makanan terjadi karena setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup saja.
  • Rantai makanan hanya berupa satu siklus garis, sedangkan jaring-jaring makanan memperlihatkan hubungan yang lebih kompleks.
  • Jenis invasif adalah jenis yang berkembang pesat dan tidak ada pengendali sehingga menguasai habitat dan mengganggu jenis lainnya serta keseimbangan ekosistem. Jenis invasif terbagi dua: jenis lokal dan jenis pendatang dari luar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: