Heterogeneity (keanekaragaman) pada bentang alam

Dalam bidang ekologi bentang alam (Landscape ecology), istilah heterogeneity sering muncul untuk menyebutkan keanekaragamannya. Istilah ini merupakan lawan dari homogeneity atau keseragaman. Heterogeneity juga bisa sama artinya dengan diversity. Heterogeneity itu berbicara tentang tingkat atau nilai keanekaragaman pada bentang alam itu. Kalau bicara keanekaragaman pada bentang alam, kita akan berbicara secara empat dimensi. Tiga dimensi... Continue Reading →

Iklan

Novel Ecosystems

Ketika saya mau bedah sebuah artikel tentang berang-berang (Crait et al. 2015), saya menemukan istilah novel ecosystems di bagian pembahasannya. Penasaran dengan istilah ini maka saya telusurilah. Berikut hasil penelusuran saya. Istilah novel ecosystems, pertama kali diusulkan oleh Hobbs et al. 2006. Mereka ini ingin memperbaiki istilah sebelumnya yang sudah ada yaitu emerging ecosystems (Milton... Continue Reading →

Problema Lahan Pertanian di Jepang

Jepang dan Indonesia memiliki kesamaan dalam hal makanan pokok. Kita sama-sama makan nasi. Jepang itu adalah negara yang padat. Dengan total luas yang lebih kecil dari pulau Sumatra, namun penduduknya setengah Indonesia. Dengan musim tanam yang hanya satu kali setahun, hebatnya negara ini tidak mengimpor beras, mereka swasembada beras. Kok bisa? Di sinilah hebatnya mereka.... Continue Reading →

Sains Khalayak (Citizen Science)

Ilmu pengetahuan teruslah berkembang pesat. Untuk ilmu yang berasal dari lapangan, butuh usaha besar dari ilmuwan untuk melakukan observasi atau survei pengambilan data di lapangan. Jumlah ilmuwan sangatlah sedikit, namun data dan cakupan daerah yang harus disurvei sangatlah banyak. Untuk mengatasi masalah ini, sekarang ini mulai marak penggunaan metoda yang disebut dengan Citizen Science. Sepertinya... Continue Reading →

Sebuah ide untuk kebun binatang kita

Ada beberapa faktor yang membuat kebun binatang itu menjadi bagus. Yang pertama pastilah tentang fasilitas, baik untuk hewan maupun pengunjungnya. Kebun binatang di negara kaya, biasanya fasilitas yang tersedia jauh lebih baik. Karena membangun fasilitas fisik itu butuh dana yang besar. Dana inilah yang selama ini menjadi kambing hitam segala permasalahan kebun binatang di Indonesia.... Continue Reading →

Berang-berang dalam sosial masyarakat Sumatera Barat

Abstrak Berang-berang merupakan salah satu hewan yang memiliki hubungan dan peranan dengan kehidupan manusia. Peranannya itu berupa konflik, pemanfaatan, serta mitos dan cerita. Tulisan ini menjelaskan seperti apa berang-berang di dalam masyarakat Sumatera Barat, secara deskriptif berdasarkan informasi-informasi yang dikumpulkan secara non-sistematis sejak tahun 2008. Masyarakat menganggap berang-berang sebagai salah satu hama bagi perikanan. Berang-berang... Continue Reading →

Apa itu Metapopulasi?

Secara sederhana, metapopulasi itu adalah sub-populasi, jika populasi itu kita pecah-pecah lagi pembagiannya. Dasar pembagian populasi menjadi metapopulasi itu bermacam-macam. Ada yang karena menempati area yang berbeda. Ada juga karena punya relung temporal yang berbeda. Ada juga karena kelompok individu itu punya kepemimpinan yang berbeda (koloni) dll. Jadi, istilah metapopulasi itu digunakan untuk menyebutkan kelompok... Continue Reading →

Hewan apa yang saya lihat? Berang-berangkah?

Ini adalah kunci sederhana yang menolong anda memastikan apakah telah melihat berang-berang. Seberapa jelas anda melihat hewan tersebut? Kurang jelas / terlihat sekilas / dari jarak jauh ... 2 Terlihat jelas hanya beberapa menit ... 5 Terlihat jelas dalam jarak dekat atau terlihat dalam waktu lama ... 10 Saya sering melihat hewan ini dalam berbagai... Continue Reading →

Isitilah-istilah dalam “Integrated Control Concept”

Istilah-istilah dan pengertiannya di bawah ini, berasal dari artikel Stern et al. (1959). Biological control. The action of parasites, predators, or pathogens on a host or prey population which produces a lower general equilibrium position than would prevail in the absence of these agents. Biotic insecticide. A biotic mortality agent applied to suppress a local... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: