Novel Ecosystems

Ketika saya mau bedah sebuah artikel tentang berang-berang (Crait et al. 2015), saya menemukan istilah novel ecosystems di bagian pembahasannya. Penasaran dengan istilah ini maka saya telusurilah. Berikut hasil penelusuran saya.

Istilah novel ecosystems, pertama kali diusulkan oleh Hobbs et al. 2006. Mereka ini ingin memperbaiki istilah sebelumnya yang sudah ada yaitu emerging ecosystems (Milton 2003).
Novel ecosystems adalah ekosistem-ekosistem yang memiliki komposisi jenis dan kelimpahan relatif yang tak pernah ada sebelumnya di dalam bioma itu.
Karakteristik kuncinya adalah:
1. novelty (baru, unik, menarik), adanya komposisi jenis yang baru.
2. human agency, dihasilkan karena aktifitas manusia baik disengaja ataupun tidak, namun tidak bergantung dengan intervensi manusia secara terus menerus untuk merawat ekosistem itu. Ekosistem ini ada bisa karena berbagai pengaruh aktifitas manusia seperti degradasi lahan, pemupukan, introduksi jenis invasif, dll.

Perjalanan eksistensi dari istilah ini ternyata seru untuk diamati. Di tahun 2009, Hobbs et al. memberikan tambahan opini dengan mencoba mengaitkan novel ecosystems dan implikasinya untuk konservasi dan restorasi ekosistem. Hal ini membuat pakar konservasi dan peneliti jenis invasif menjadi heboh, karena dikhawatirkan akan muncul kebijakan yang membiarkan dan meremehkan jenis invasif tersebar dan membentuk ekosistem baru (novel). Konsep dalam artikel itu dikritik pedas oleh Murcia et al 2014. Kritikan ini berbalas-balasan, Hobbs et al 2015 menjawabnya. Lalu dibalas lagi Aronson et al 2015, kali ini Murcia jadi penulis keduanya. Di kedua kritikan itu ternyata ada nama Daniel Simberloff di belakangnya. Hmmm… dari artikel tentang dampak invasi biologis (Simberloff, 2012), sepertinya beliau ini orang besar di bidang biologi invasif.
Seru juga ternyata ya, bisa berbalas-balasan komen di jurnal yang impact factor-nya tertinggi di bidang ekologi (IF 11.09). Kalau saya sih baru bisa tulis di blog dan berbalas-balasan komen di “jurnal Fesbuk”, entah berapakah impact factor-nya 🙂 he he…
Biar terlihat seperti tulisan ilmiah, maka tulisan saya ini ada referensi di bawahnya. 😀 Ha ha…

References:

Crait et al 2015. Indirect effects of bioinvasions in Yellowstone Lake: The response of river otters to declines in native cutthroat trout. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0006320715300501

Hobbs et al 2006. Novel ecosystems: theoretical and management aspects of the new ecological world order. http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1466-822X.2006.00212.x/epdf

Milton et al 2003. ‘Emerging ecosystems’ – a washing-stone for ecologists, economists and sociologists?. http://reference.sabinet.co.za/webx/access/electronic_journals/sajsci/sajsci_v99_n9_a1.pdf

Hobbs et al 2009. Novel ecosystems: implications for conservation and restoration. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0169534709002018

Murcia et al 2014. A critique of the ‘novel ecosystem’ concept. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0169534714001578

Hobbs et al. 2015. Novel ecosystems: concept or inconvenient reality? A response to Murcia et al. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0169534714002018
Aronson et al. 2015. The road to confusion is paved with novel ecosystem labels: a reply to Hobbs et al. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0169534714002067

Simberloff et al. 2012. Impacts of biological invasions: what’s what and the way forward. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0169534712001747

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: