Tips berkomunikasi email dengan peneliti luar negeri

Satu hal yang termasuk paling susah oleh mahasiswa terutama tahun-tahun akhir adalah “mencari bahan”. Berbagai tempat digeladahi untuk mendapatkan (mungkin) hanya separagraf tulisan untuk ditempelkan di tinjauan pustaka atau latar belakang. Pustaka pusat, fakultas, jurusan, sampai ke pustaka daerah dan pustakanya kampus lain dijelajahi. Kata-kata kunci pun diketikkan di Google, dengan harapan mendapatkan dokumen berformat pdf yang bisa disitir dan masuk ke daftar pustaka. Namun pencarian di dunia maya ini sangat sulit, pencarian pun berujung ke jurnal berbayar (sangat mahal). Jurnal langganan kampus kita pun masih kurang membantu.

Salah satu  cara agar dapat jurnal adalah dengan cara minta langsung ke authornya. “Authornya kan peneliti hebat dari luar negeri, maukah mereka meladeni kita?” Nah, saya akan coba merangkum sedikit pengalaman menjadi sebuah tips bagaimana berkomunikasi email dengan peneliti luar negeri.

1. Cari siapa dan alamat emailnya.

Ketika kita butuh jurnal, silahkan lihat authornya. Beberapa jurnal biasanya telah menyertakan alamat email untuk bisa mengontak si peneliti tersebut. Jika tidak disediakan alamat email. Perintahkan om Gugel melaksanakannya untuk kita. Hati-hati mencarinya, pastikan email yang didapatkan adalah benar orang yang kita cari. Silahkan double check siapa orang itu, dari institusi penelitian apa dan lain sebagainya.

2. Tulis email

Perkenalkan diri kita ke si peneliti ini, kalau kita dapat alamat email ini dari orang lain sebutkan bahwa kita direkomendasikan oleh si anu untuk berdikusi dengan anda. Buat juga cc email ke orang yang merekomendasikan kita.

3. Jangan langsung minta bahan

Baru kenal saja sudah berani minta bahan. Hal ini akan mempersepsikan diri kita hanya memiliki tujuan sesaat. Tidak berorientasi ilmiah jangka panjang. Mencari file bahan-bahan yang kita minta itu merupakan suatu hal yang cukup merepotkan bagi si peneliti. Belum lagi jika filenya disimpannya entah dimana, atau si peneliti ini sedang dinas luar tidak bawa file yang kita inginkan. Jika hal ini terjadi, maka besar kemungkinan email kita tidak dibalas. Niatnya mungkin hanya sekedar dipending dulu jawabnya, namun karena telah berlalu tanpa kesan, dan dihimpit oleh email yang datang berikutnya, lupalah beliau itu membalas email kita.

4. Bertanya lah pertanyaan yang simpel

Si peneliti itu adalah orang yang sangat sibuk. Berjubel email yang harus dicek dan dibalasnya tiap hari, belum lagi pekerjaan yang harus diselesaikan. Jadi, untuk email pertama pancing responnya dengan pertanyaan yang simpel mudah dijawab langsung tanpa berfikir dan bongkar-bongkar dokumen dulu. Tapi jangan pertanyaan anak SD ya! yang kesannya hanya menguji.

5. Paparkan usaha/kerja kita

Jelaskan juga usaha kita dalam penelitian. Telah seberapa jauh mengerjakan penelitian, dari paparan usaha yang kita sampaikan akan terlihat seberapa seriusnya diri kita.

6. Sajikan data

Kalau bisa paparkan juga sedikit data yang didapatkan untuk memancing ketertarikan orang. Jika anda takut data anda akan dibajaknya, berbagai teknik sharing data dapat digunakan. Misal, disimpulkan dulu datanya, jangan data mentah atau data secara parsial saja. Data ini berhubungan dengan pertanyaan dan bahan jurnal yang ingin kita incar. Foto penelitian juga bisa diberikan, sekali lagi jika anda takut dibajak (saya rasa tidak sepicik itu pemikiran si peneliti yang sudah ahli) kita kan bisa memperkecil ukuran foto.

7. Jangan takut bahasa Inggris

Sampaikan saja email dengan bahasa Inggris yang kita punyai. Jangan takut bahasa Inggris kita buruk. Prinsip yang perlu dipegang adalah “yang pandai berbahasa Inggris itu hanyalah orang Inggris” Jadi jangan takut salah.  Kalau dari negara lain, tenses yang mereka gunakan kadang-kadang juga tidak lah benar.

8. Jangan terlalu bertele-tele.

Isi email itu harus jelas poin-poin yang ingin disampaikan. Gunakan bahasa standar untuk menyapa dan gunakan juga bahasa standar untuk berterima kasih.

9. Berdoa

Setelah kirim email perkenalan pertama ini, jangan lupa berdoa, dan tetap usaha. Jangan terpaku ke satu orang ini saja.

10. Sabar

Sabar menunggu dan sabar juga tidak di balas. Ini adalah sebuah usaha.

11. Jika dibalas, respon dengan cepat ucapkan terima kasih

Jika dapat balasan, langsung balas dengan ucapan terima kasih. Dan beri statement bahwa kita akan berdiskusi lanjutan jika ditemukan masalah serta mengabarkan update terbaru penelitian. Itu saja isi email responnya, tidak lebih!. Selamat anda sudah dapatkan kesan pertama!

12. Baru lah sampaikan kendala yang dihadapi (minta bahan literatur dan jurnal)

Setelah beberapa waktu, kabarkan lagi perkembangan penelitian. Lalu pada saat ini mulailah munculkan bahwa kita terkendala dengan bahan dan literatur yang dibutuhkan. Selanjutnya nikmati percakapan anda.

13. Perbaikilah niat

Sebenarnya ini harus dari awal. Niatkan berkomunikasi email itu untuk dapat kenalan dengan orang lain. Sebuah kenalan/teman sangat-sangat-sangat lah berharga. Jadi jangan sempitkan tujuan hanya untuk dapatkan bahan.

Demikianlah sedikit tips, mudah-mudahan jitu, namun tips yang terbaik dan terampuh adalah “belajar dari pengalaman”. Insya Allah jalan pasti ada. Mudah-mudahan dipermudah jalannya, lancar penelitian, cepat wisuda dan menjadi seorang ilmuwan yang memiliki kenalan dan dikenali oleh sesama ilmuwan di bidangnya.
Sebuah cerita penyemangat: Junior saya malah dapat kiriman satu kardus berisi buku-buku dan publikasi ilmiah dari Amerika, wuiih mantap! hanya dengan komunikasi email.

About these ads

4 Responses to Tips berkomunikasi email dengan peneliti luar negeri

  1. email90 mengatakan:

    mel pernah mengirimkan email u minta jurnal penelitian, tp bukan org asing.. cuma mengirimkan sekali email (isinya: perkenalan, ketertarikan, kendala, harapan dan tujuan), tdk lupa mepraktekkan usulan pak dahelmi dlm pengiriman email yg beretika, di bagian akhir email tuliskan:
    nama lengkap
    alamat lengkap kantor/universitas
    no hape yg bs dihubingi

    beberapa hari langsung dibalas dg melampirkan jurnal dlm format word.. :D
    tp, u yg samo urang asing ko alun pernah mel cubo lai.. buliah lah di praktekkan tips2 dr da ad ko.. :)

  2. Ajo yayan mengatakan:

    mantap ad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.282 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: